RADARSEMARANG.ID, Hobi motret, suka foto-foto tapi foto hanya disimpan di hardisk saja atau memori HP.
Menumpuk begitu saja, hanya dinikmati sendiri. Mending bisa kita jadikan duit dengan dijual di Microstock.
Dikutip dari konten kreator dan fotografer @onyengradar di instagramnya, Microstock dari berasal dari kata Micropayment yakni pembayaran untuk produk atau jasa.
Dan Stock, yakni kumpulan data hasil konten, berupa foto, video pendek, vector atau desain hingga suara.
Jadi Microstock merupakan penyedia data dari konten creator. Pelakunya biasa disebut Microstoker atau contributor.
Dari karya contributor, penyedia menjualnya kepada Masyarakat umum. Dari setiap karya yang dibeli, contributor akan dapat komisi.
Ada puluhan perusahaan Microstock yang ada di dunia, seperti Shutterstock, Adobe Stock, Depositphotos, Dreamstime, Istock Getty Image, Alamy, Vectezy, Scopio dan lain-lain.
Bagi yang tertarik menjadi contributor, beberapa hal ini yang perlu dilakukan.
1 Memiliki akun email, direkomendasikan Gmail.
2 Daftar Akun di Microstock yang disukai, direkomendasikan Shutterstock bagi pemula
3 Lengkapi data diri
4 Buat akun Paypal untuk pembayaran komisi
5 Isi dan lengkapi laporan pajak di akun Microstock
6 Upload dan isi metadata, berupa Deskripsi dan Keyword Foto
Setiap konten yang kita upload, akan direview atau dicek dulu sama pengelolanya.
Jika memenuhi standar akan masuk ke dalam portofolio kita. Dan siap untuk dipasarkan mereka. Jika foto kita di download, maka kita akan dapat komisi.
Komisi kita akan dibayarkan melalui paypal jika sudah dalam ambang batas pembayaran, atau istilahnya Payout.
Setiap Microstock memiliki standar sendiri. Namun rata-rata di angka 25 Dollar.
Jika dalam, bulan tertentu sudah memenuhi batas payout, maka uang akan ditransfer di awal bulan berikutnya oleh pengelola langsung.
Namun ada beberapa Microstock yang diminta manual untuk dibayarkan. Selamat menjadi konten kreator. (han/ap)
Editor : Agus AP