Selain dua tokoh tersebut, kegiatan di Jakarta pada 3–6 Juli 2025 itu, juga menghadirkan sejumlah pembicara yaitu Agung Sentausa (Sutradara), Robert Ronny (Produser & Executive Producer) dan Nina Pane (Novelis & Penulis Skenario).
Kegiatan bertema “Tulis Cerita, Tembus Layar” ini, memberikan akses langsung kepada para peserta untuk belajar dari para profesional.
Karisma Bestari sangat senang bisa mengikuti kegiatan ini, karena menjadi bekal berharga mengembangkan kemampuan dunia akting, penulisan, maupun modeling, yang telah ditekuni sejak usia dini. Beberapa prestasi yang pernah diraihnya antara lain juara nasional modeling, juara 1 public speaking, juara pelajar berprestasi, pemain cilik FTV Ramadan, dan menjadi bintang iklan.
“Nanti ada project film collab dengan kak Andrei Aksana membuat cerita yang diadaptasi dari cerita rakyat Timun Mas tapi versi kekinian. Judulnya Timun Mas in Wonderland. Film ini tentang misi penyelamatan untuk sahabat. Sebagai pendahuluan, nanti akan dibuka Bootcamp Casting yang bisa diikuti pada bulan September 2025 mendatang,” ,” ungkap talenta muda berusia 10 tahun ini.
Ketua penyelenggara Novel to Cinema Writing Academy yang merupakan sutradara senior, Agung Sentausa menyampaikan, melalui pelatihan ini dapat membangun support system alih wahana dua arah yang saling mendukung. Antara dunia film dan dunia penulisan.
“Dapat ikut berkontribusi pada kemajuan industri kreatif di Indonesia. Buku menjadi film dan film menjadi buku,” tutur Agung Sentausa dalam keterangannya.
Menurut Agung Sentausa, Indonesia belum memiliki semacam bank naskah yang dapat diakses oleh para pembuat film. Melalui Novel to Cinema Writing Academy ini, penyelenggara ingin membangun ekosistem penulis yang memahami kebutuhan tersebut.
“Program ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga membuka akses nyata ke industri. Peserta berkesempatan pitching langsung dengan produser, naskah dibaca oleh aktor profesional, dan novel terpilih akan diterbitkan secara komersial,” papar Ketua Asosiasi Sutradara Indonesia tersebut.
Dalam pelatihan peserta belajar tentang menyusun struktur cerita yang filmis, Membangun adegan yang visual dan sinematik, Kreasi dialog yang tepat dan tak terlupakan, serta Menyusun naskah yang siap dipresentasikan ke produser dan platform OTT.
Menurut Andrei Aksana, program ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membuka jalur baru bagi para penulis Indonesia untuk masuk ke dunia perfilman.
“Memperkuat sinergi antara dunia literasi dan industri hiburan, serta menciptakan karya-karya orisinal yang layak tayang di layar lebar maupun platform digital,” ungkapnya. (web)
Editor : Agus AP