RADARSEMARANG - Film terakhir yang dibintangi Kim Sae Ron, "Guitar Man", siap tayang di bioskop pada 30 Mei 2025 mendatang.
Memberikan momen menyentuh bagi para penggemar yang ingin melihat akting sang aktris untuk terakhir kalinya di layar lebar.
Pemutaran film pers ini diadakan di Lotte Cinema World Tower, Seoul, dan dihadiri oleh dua sutradara film, Kim Jong Myeon dan Lee Sun Jung.
Baca Juga: Kematian Aktris Kim Sae Ron, Imbas Cancel Culture yang Telah Mengakar di Korea
Dalam film musikal ini, Kim Sae Ron memerankan Yoo Jin, pemain keyboard dalam band live bernama Volcano, yang menjadi wadah bagi para tokohnya mencari harapan di tengah kesulitan hidup melalui musik dan persahabatan.
Karakter utama Ki Chul, diperankan oleh sutradara sekaligus aktor Lee Sun Jung, bergabung dengan band tersebut.
Kisah pun berkembang menjadi perjalanan emosional para anggota band dalam menghadapi tantangan dan tumbuh bersama.
"Ini pertama kali saya menyutradarai, berakting, sekaligus menggarap musik untuk sebuah film," ungkap Lee.
Sang sutradara mengungkapkan bahwa film ini impiannya untuk dibagikan dengan genre musikal hasil garapannya sendiri.
“Film ini lahir dari keinginan saya untuk membagikan musik yang saya ciptakan sendiri,” jelasnya.
Baca Juga: Sudah Tayangkan Semua Episode, Weak Hero Class 2 Langsung Tempati Top 2 Netflix Global
Sutradara film Guitar Man menambahkan bahwa banyak adegan dalam film ini terinspirasi dari pengalaman pribadinya sebagai anggota band.
Terutama soal bagaimana hubungan antar manusia bisa menjadi sumber kebahagiaan sekaligus penderitaan terbesar.
Sementara itu, Kim Jong Myeon mengaku masih merasa gugup meski film sudah rampung.
Baca Juga: Go Youn-jung Mengaku Jika Kepribadiannya Mirip 99 Persen dengan Karakter Oh Yi Young
“Saya pikir akan lega setelah selesai, tapi ternyata masih tegang,” dia.
Film Guitar Man menjadi karya penutup bagi Kim Sae Ron, yang dikenal melalui sejumlah peran mengesankan dan mengenang dirinya sejak kecil menjadi aktris.
Film ini sekaligus menjadi penghormatan terakhir bagi warisan seni yang ditinggalkannya.
Editor : Baskoro Septiadi