RADARSEMARANG.ID, Semarang - Tebusan Dosa menjadi film bergenre horor pertama Putri Marino. Film ini akan tayang di bioskop 17 Oktober 2024.
Film misteri horor yang menyajikan kisah menyentuh tentang cinta seorang ibu, resiliensi seorang perempuan, dan misteri yang membayangi kehidupan.
Adalah Wening, yang diperankan Happy Salma. Seorang ibu yang kehilangan anaknya, memulai perjalanan penuh misteri untuk menemukan kebenaran.
Sementara, Putri Marino berperan sebagai Tirta, seorang podcaster yang membantu Wening dalam pencariannya. Sehingga memberikan warna tersendiri dalam film ini.
Penampilan Putri Marino secara tersirat membawa drama di film ini semakin solid dengan memberikan karakterisasi perempuan independen yang kuat.
Diakui, Putri Marino pertama kali main horor. Sama seperti biasa, pendalaman karakter diskusi.
"Tapi, di film horor lebih banyak rasa memerankan rasa takut yang emang mungkin di film-filmku sebelumnya nggak ada," ungkap Putri, Selasa (15/10/2024) malam.
Selama syuting, Putri Marino mengaku, tidak menjumpai hal-hal aneh ke arah sosok hantu atau apapun.
Hanya saja, selama proses syuting nuansa horor memang muncul karena telah dibangun karakter dan dialognya.
"Pendalaman karakter aku merasa seorang aktor akan beruntung dapat skrip yang detail, tentang nyawa dari dunia yang diciptakan di filmnya," ucapnya.
Lebih lanjut, dalam film ini, seluruh cast merasa dimudahkan dengan skrip yang detail. Sisanya, dirinya lebih banyak berdiskusi dengan sutrafara untuk pendalaman karakter.
"Aku lebih banyak menonton podcast di youtube, seperti apa podcast, hanya untuk melihat. Sisanya bentuk dari nol," katanya.
Dalam film misteri horor terbaru Palari Films, Tebusan Dosa, penonton diajak merasakan perjuangan seorang ibu yang tak kenal lelah.
Sang ibu dihadapkan pada kegelapan dan ketakutan. Karena sebagai ibu, Wening harus mengungkap rahasia kelam demi menemukan anaknya yang hilang.
Misteri horor “Tebusan Dosa” yang disutradarai Yosep Anggi Noen berkisah tentang Wening, ibu yang mengalami kejadian tragis ketika Nirmala anaknya yang berusia 11 tahun hilang dalam kecelakaan motor disebuah jembatan.
Kecelakaan itu juga merenggut nyawa Uti Yah, ibunda Wening. Wening merasa sangat berdosa karena membuat ibunya meninggal dan anaknya hanyut di sungai, tapi dia percaya Nirmala masih hidup.
Sementara, Tirta, podcaster Saiki Tirta, berminat memviralkan tragisnya kehidupan Wening. Dengan segala upaya dan penuh harapan, Wening mencari Nirmala, termasuk meminta bantuan Tetsuya yang diperankan Shogen, peneliti dari Jepang.
Wening juga meminta bantuan Mbah Gowa, seorang dukun misterius. Namun, di tengah pencarian, Wening selalu didatangi oleh hantu Uti Yah.
Produser Tebusan Dosa Muhammad Zaidy mengatakan, film ini menjadi capaian penting dirinya bersama Palari Films dalam mengeksplorasi genre. Ia sangat senang bisa bekerja sama bersama orang-orang terbaik.
Zaidy berharap Tebusan Dosa bisa menjadi misteri horor yang spesial bagi penonton Indonesia.
"Kami selalu tertantang menyajikan sajian baru lebih fresh, memberi varian baru," ujarnya.
Dikatakan, lokasi syuting Tebusan Dosa berada di Magelang dan Muntilan dengan memakan waktu 24 hari.
"Syuting di Magelang karena sutradara ingin memotret kota kecil. Memotret bagaimana sebuah kota kecil ya g bukan pedesaan tapi mengarah arusnya ke modernitas," ujarnya. (fgr/bas)
Editor : Baskoro Septiadi