RADARSEMARANG.ID - Dalam dunia bajak laut yang penuh keajaiban, One Piece selalu menyajikan petualangan seru dari tiap-tiap arc episodenya.
Dari mulai melawan angkatan laut yang disebut Marines, ataupun bertemu dan bertarung dengan kru-kru bajak laut demi menjadikan Luffy sang protagonis utama sebagai raja bajak laut.
Namun, One Piece bukan hanya tentang impian serta perjalanan Luffy, dalam setiap episodenya kita akan mencoba sebagai teman memahami setiap karakter para 'nakama' serta kisah masa lalunya.
Meskipun terkadang beberapa karakter memiliki kisah perjalanan hidup yang rumit dan pilu namun minim kisah cinta antara kru membuat One Piece seakan memiliki ikatan persaudaraan yang kuat, tanpa embel-embel percintaan.
Hal tersebut juga diucapkan oleh Oichiiro Oda, sang mangaka One Piece yang berkata bahwa ia tidak menginginkan adanya kisah percintaan diantara para Kru Topi Jerami, walau banyak fans yang kerap memintanya.
"Saya tidak menggambar romansa karena OP adalah manga untuk laki-laki ," kata Oda. "Penggemar perempuan meminta saya menggambar romansa, tetapi jika mereka ingin membacanya mereka harus membaca manga shoujo, dan itu bukan tugas saya.
"Saya tidak peduli berapa banyak wanita yang mencintai Luffy, tetapi saya tidak berpikir itu baik jika mereka saling mencintai." Lanjutnya.
Namun, walau secara gamblang menyebutkan hal tersebut, ternyata Oda masih menyelipkan satu kisah cinta, itupun dengan sangat amat tragis dan menyedihkan.
Lewat seorang karakter villain berbaju konyol bernama Senor Pink, Oda menggambarkan sosok ini dengan masa lalu yang menyedihkan buah dari kisah cintanya.
Merupakan salah satu anggota keluarga Doflaminggo. Senor Pink dan pengguna kekuatan buah iblis bernama sui-sui yang mengakibatkan ia memiliki kekuatan untuk berenang dimana saja, bahkan di benda padat seperti dinding sekaligus.
Pada saat pertempuran Dressrosa, ia berhadapan dengan salah satu Kru Topi Jerami yakni Franky. Pertempuran keduanya disebut sangat seru, keduanya tidak menghindari satupun serangan lawan padahal keduanya juga bisa untuk menghindar.
Senor Pink menyatakan bahwa ia tak mungkin menghindar karena ia tidak ingin kabur karena ada para teman-temannya yang harus ia lindungi dan berkata bahwa kekuatan yang ia miliki tidak diciptakan untuk kabur berenang, meskipun ia bisa.
Baca Juga: Blood On The Tracks, Manga yang Menceritakan Sisi Gelap dari Sifat Overprotektif Seorang Ibu
Masa Lalu Senor Pink
Dikenal karena ia selalu mengenakan pakaian bayi serta memakai topi dan dot bayi membuat Senor Pink terlihat sangat amat konyol, bahkan teman satu krunya juga menyatakan bahwa itu pilihan fashion yang buruk.
Namun hal tersebut tak membuat Senor Pink lantas menanggalkan pakaian tersebut, ia bahkan rela ditertawakan oleh banyak orang dengan cuek dan tanpa rasa malu.
Jadi di masa lalu, Senor Pink diceritakan jatuh cinta dengan seorang gadis yang sangat anti bajak laut bernama Lucian, sedangkan ia merupakan anggota muda dari bajak laut Do Flamingo.
Merasa cintanya lebih besar, akhirnya Senor Pink memutuskan untuk berbohong dan menutupi pekerjaannya kepada Lucian, ia mengatakan bahwa dirinya merupakan seorang pegawai bank yang ada di kota tersebut.
Keduanya pun akhirnya menikah dan memiliki seorang anak yang diberi nama Gimlet, naas gara-gara pekerjaannya sebagai bajak laut mengharuskan ia tidak pulang dalam jangka waktu yang lama saat ia harus bertempur bersama para rekannya.
Kesialan itu berlanjut, setelah berhasil pulang, Senor Pink mendapati bahwa anaknya ternyata sudah meninggal seminggu silam karena penyakit demam. Lucian juga sudah mengetahui kebohongan Senor Pink lewat telpon kepada bank yang ia akui sebagai tempat bekerjanya, mereka mengatakan bahwa tidak ada karyawan yang bernama Senor Pink.
Merasa dibodohi, Lucian pun meninggalkan Senor Pink dirumah serta menamparnya. Senor Pink berusaha menahan istrinya tersebut dikarenakan diluar sedang ada badai yang berkecamuk dengan dahsyatnya.
Namun Lucian tak menggubris perkataan Senor Pink dan tetap bersikeras untuk meninggalkannya saat itu juga. Membuat Senor Pink kemudian harus mencarinya ditengah badai.
Tak lama berselang, Lucian dikabarkan ditemukan sedang berada di rumah sakit, ternyata hal buruk telah menimpanya, Lucian terperosok ditimpa tanah longsor yang membuatnya terjebak dan tak sadarkan diri.
Pihak rumah sakit menyatakan bahwa Lucian berada dalam kondisi vegetative, hal ini menyebabkan ia tak bisa responsive menunjukkan emosinya lagi. Dokter juga tak bisa mengetahui sampai kapan Lucian berada dalam kondisi tersebut.
Merasa terpukul, Senor Pink kemudian mencoba banyak cara untuk membuat istrinya kembali tersenyum. Salah satu upayanya yakni mengenakan topi milik Gimlet anaknya yang ternyata membuahkan hasil, Lucian tersenyum kecil meskipun hanya sebentar.
Senyuman tersebut sangat membekas di pikiran Senor Pink, sampai-sampai ia selalu mengenakan topi milik mendiang anaknya tersebut dimanapun hanya untuk melihat istrinya tersenyum lagi.
Baginya, senyum dari Lucian lebih dari apapun yang ada di seisi dunia ini. Walaupun seluruh dunia menertawakannya dan menganggap bahwa ia bukan seorang pria yang waras.
Source: One Piece, One Piece Friends Indonesia, One Piece Wiki
Editor : Baskoro Septiadi