RADARSEMARANG.ID - Film horor Kutukan Calonarang dikabarkan siap menghantui layar bioskop Indonesia pada akhir bulan Juni 2024.
Syuting pembuatan film Kutukan Calonarang diketahui mengambil latar belakang Alas Purwo di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Konon, keangkeran Alas Purwo mengakar begitu kuat, menjadikannya diklaim menjadi film horor paling menakutkan sepanjang tahun.
Cerita film ini dikabarkan diangkat dari kisah nyata, namun tak ada salahnya kita mengintip sinopsis film horor Kutukan Calonarang berikut ini.
Film horor Kutukan Calonarang mengisahkan lima orang sahabat yang berusaha melupakan dosa masa lalu mereka.
Kemudian mereka berusaha mencari ketenangan, dan memutuskan untuk menghuni sebuah rumah tua di tengah hutan.
Tak disangka, rumah itu ternyata menjadi tempat pembalasan perbuatan yang mereka pernah lakukan.
Mereka pun harus berhadapan dengan kejadian-kejadian mengerikan yang tidak terbayangkan, dan terancam kekuatan mistis jahat yang terus mengintai.
Tak ada pilihan lain, kelima orang tersebut harus menghadapi serangan yang tak pernah mereka duga sebelumnya.
Banyak hal menarik dari film horor ini, salah satunya pengadaptasian cerita rakyat Jawa dan Bali mengenai legenda penyihir sakti.
Sedangkan proses syuting dimulai sejak bulan Mei 2023, dengan lokasi syuting di Banyuwangi dan Jakarta.
Film ini disutradarai oleh Girry Pratama, yang sangat selektif dalam memilih para pemeran utamanya.
Salah satunya adalah selebgram Meisita Lomania, bintang muda pendatang baru yang mampu memberi warna tersendiri dalam film ini.
Selain itu juga ada Dennis Adishwara, Rowiena Umboh, Egi Fedly, Fergie Brittany, Justin Adiwinata, dan Wulan Suandhini.
Film horor Kutukan Calonarang tidak hanya menawarkan nuansa seram, tetapi juga memberikan banyak pelajaran berharga tentang kehidupan.
Meski penuh dengan elemen horor, film ini mampu mengajarkan nilai-nilai moral dan pesan-pesan penting yang dapat diambil oleh penonton.
Rencananya, jadwal film horor Kutukan Calonarang akan tayang di bioskop Indonesia pada 30 Juni 2024.
Editor : Baskoro Septiadi