Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Perspektif Sejarah Dalam Film Exhuma, Film Korea Dengan Penonton Terbanyak di Indonesia

Aby Genta Putra Prasetya • Minggu, 17 Maret 2024 | 06:05 WIB
Pasukan samurai Hideyoshi Toyotomi
Pasukan samurai Hideyoshi Toyotomi

RADARSEMARANG,ID - Baru-baru ini kita pasti sekilas pernah mendengar apa itu film Exhuma, film horror Korea Selatan buatan Jang Jae Hyun.

Film ini viral di berbagai platform media sosial dan dibincangkan oleh banyak orang.

Warganet yang sudah menonton Exhuma ramai-ramai membincangkan betapa seramnya film ini dan hantu-hantu yang ditampilkan dalam film ini.

Sinopsis Exhuma

Semuanya bermula saat Jenderal Hideyoshi Toyotomi menyerang Kerajaan Joseon di Korea pada abad ke-16.

Pada saat tersebut, ada seorang ada Komandan perang Kekaisaran Jepang yang berhasil membunuh dan memenggal 10.000 prajurit Joseon.

Akan tetapi setelah melakukan perlawanan yang sengit, prajurit Joseon berhasil membunuh sang komandan perang tersebut.

Jepang yang tidak terima dengan kekalahan tersebut memanggil seorang biksu yang bernama Gisune, biksu Gisune adalah seorang silumah rubah yang juga ada dalam mitologi Jepang-Korea, gubahan dari kata aslinya yakni Kitsune.

Gisune menggunakan sebuah ilmu hitam yang dilakukan dengan cara membakar sebuah katana, atau pedang tradisional Jepang dan memasukkannya dalam mayat sang komandan perang.

Sesudahnya jasad itu dimasukkan kedalam peti kayu yang diberdirikan dan dililit oleh kawat berduri.

Hal ini rupanya digunakan untuk menciptakan pasak besi berenergi jahat untuk merusak fengshui Semenanjung Korea, hingga berakibat terpecahnya negara itu menjadi dua seperti yang sekarang kita kenal.

Pasak besi itu adalah simbolisasi akan bentuk seekor rubah yang menggigit punggung harimau, bangsa Korea sejak jaman dahulu memang erat kaitannya dengan Harimau Siberia, jenis harimau yang banyak ditemukan di daerah tersebut, hingga menjadi simbol negaranya.

 

Dari sudut pandang sejarah, Exhuma menampilkan sejarah kelam akibat penjajahan Kekaisaran Jepang atas Korea Selatan.

Sejarahnya dilansir oleh National Geographic, Kaisar Hideyoshi yang merupakan Kampaku atau Bupati yang memiliki ambisi besar untuk ia wujudkan, yakni menaklukkan Dinasti Ming di China dengan melakukan invasi ke Semenanjung Korea sebagai batu loncatan.

Invasi tersebut dilakukan oleh 158.000 samurai berpengalaman dari era Sengoku dan rekrutan baru, mereka berhasil merebut Benteng Busan dan Dongnae tanpa perlawanan berarti.

Dibantu oleh Yi Shun Shing, angkatan laut Korea yang terkenal dengan kapal kura-kuranya berhasil menghalau jalur komunikasi Jepang hingga menahan ambisi Jepang menaklukkan Joseon.

Perang Imjin, antara Kekaisaran Jepang, Korea dan Tiongkok
Perang Imjin, antara Kekaisaran Jepang, Korea dan Tiongkok

Raja Joseon kala itu Raja Seonjo langsung mengirim utusan untuk meminta bantuan ke Tiongkok, keadaan ini mengubah alur invasi Korea oleh Jepang.

Kemenangan jalur laut menambah kuat moral pasukan aliansi Korea dan Tiongkok pada saat krisis nasional yang juga terjadi bersamaan.

Puncaknya, kekalahan Jepang terjadi saat pengepungan Pyongyang (1593) aliansi Jepang-Korea berhasil memukul mundur pasukan Hideyoshi.

1598, sang komandan, Hideyoshi Toyotomi menghembuskan nafas terakhirnya meninggalkan pasukannya tanpa arah dan membebani Tokugawa Ieyasu.

Ieyasu memiliki sedikit minat untuk melanjutkan ambisi Hideyoshi, hingga pada tahun 1603, perjanjian damai disetujui oleh Joseon dan Tokugawa mengakhiri babak perang Imjin.

Editor : Tasropi
#perang korea #kekaisaran jepang #dinasti ming #joseon #invasi #Yi Sun Shin