Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Cerita Dalang Cilik Kembar di Semarang, Tak Tertarik Robot, Minta Hadiah Wayang Tiap Ulang Tahun

Muhammad Iqbal Amar • Selasa, 28 November 2023 | 17:50 WIB

Bagas Satyanegara dan Brata Satrianegara saat mengikuti Final Festival Dalang Cilik Kota Semarang 2023. M. IQBAL AMAR/JAWA POS RADAR SEMARANG
Bagas Satyanegara dan Brata Satrianegara saat mengikuti Final Festival Dalang Cilik Kota Semarang 2023. M. IQBAL AMAR/JAWA POS RADAR SEMARANG
  

RADARSEMARANG.ID - Bagas Satyanegara dan Brata Satrianegara memang berbeda dengan anak pada umumnya.

Kedua anak kembar itu punya ketertarikan kuat di dunia kesenian khusunya pewayangan atau pedalangan. 

Jika pada umumnya anak-anak seusianya banyak yang menutup mata dengan kesenian tradisional, justru keduanya punya ketertarikan besar.

Bahkan punya cita-cita untuk mendalami passion-nya di dunia kesenian, khususnya pedalangan. 

Kepada Jawa Pos Radar Semarang, mereka mengaku sudah mengenal wayang sejak belia atau berumur tiga tahun.

Mereka sama sekali tak punya ketertarikan terhadap mainan anak pada umumnya seperti mobil-mobilan, robot, atau semacamnya.

Bahkan setiap ulang tahun Satria dan Satya hanya punya satu permintaan yaitu hadiah wayang.

 Baca Juga: Cerita Aksi Heroik Kakek di Semarang Terabas Api untuk Selamatkan Cucu dari Kebakaran Rumah

"Kita lebih suka dan tertarik mengoleksi wayang. Setiap ulang tahun minta hadiah orang tua berupa wayang untuk menambah koleksi," ujar Satria, bocah berusia 11 tahun itu saat ditemui di Final Festival Dalang Cilik Kota Semarang 2023.

Mereka mengaku, hingga saat ini sudah mengoleksi sebanyak 30 wayang. Masing-masing juga memiliki idola dalang tersendiri.

Satria mengidolakan almarhum Ki Seno Nugroho sementara Satya mengidolakan Ki Sigit Ariyanto.

Mereka berdua juga ingin menjadi dalang kondang yang bisa mengenalkan wayang ke publik dengan membawakan lakon-lakon yang menarik.

"Sudah ada rencana nanti untuk SMP ke sekolah kesenian di Surakarta," ujar Satria bersemangat.

 Baca Juga: Sawah Kakek Sunyoto di Batang Berulangkali Diakui Orang Lain, Begini Cerita Lengkapnya

Biasanya mereka selalu tampil duet berdua dalam membawakan lakon. Diakui, mereka baru pertama kalinya ikut kompetisi yakni pada Final Festival Dalang Cilik Kota Semarang 2023. Namun, tak ada sedikitpun rasa ragu lantaran sudah biasa ndalang dan sering tampil.

 "Kompetisi memang sempat deg-degan tapi kita berdua sudah biasa tampil di pertunjukan," timpal Satya.

Mereka berdua ingin mengenalkan wayang lebih luas. Selain itu juga menjadi dalang kharismatik yang membuat dunia pewayangan bisa dilirik kembali oleh generasi muda.

 "Orang kalau ngeliat wayang tahunya cuma Pandawa, Kurawa, atau Punakawan. Nah kita mau semua orang tahu kalau wayang tidak hanya itu-itu saja,” tutur mereka berdua.

 Baca Juga: Pernah Hits pada Masanya, Sang Vokalis Beberkan Cerita di Balik Lagu Cinta Ini Membunuhku Milik D'Masiv

Sementara, orang tua Satria dan Satya yakni pasangan Resky Ristyanto dan Padmasari Mestikajati tak bisa membendung anak kembarnya. Mereka totalitas mendukung penuh keinginan anaknya.

"Sejak kecil mereka itu lekat dengan wayang. Gak mau makan kalau gak sambil bermain wayang," tutur Padmasari.

Dibanding bermain permainan seumurannya Satya dan Satria lebih tertarik bermain wayang. Setiap ulang tahun atau naik kelas mereka berdua kerap meminta hadiah wayang dari orang tuanya.

Bahkan ketika jalan-jalan ke luar kota tanpa membawa wayang pun menjadi petaka. Satria dan Satya kompak ngambeg atau badmood jika disampingnya tak ada wayang.

"Dari kecil itu diajari sama omnya yang kebetulan juga pegiat seni. Kita nggak pernah mengarahkan mereka murni dengan kemauannya sendiri," tutur Resky.

Pengalaman pahit yang pernah dialaminya ialah ditolak oleh sanggar-sanggar. Sebab usia Satria dan Satya saat itu belum memenuhi syarat.

Sehingga Resky dan Padmasari harus mencari mentor sendiri agar mereka berdua dapat mengembangkan potensi.

"Pada saat itu akhirnya nemu seseorang yang mendampingi anak saya sampai di titik sekarang ini," jelasnya. (mia/ton)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#pewayangan #wayang #dalang