RADARSEMARANG.ID, Warzone World Championship (WWC) 2025 baru saja berakhir dengan kemenangan gemilang bagi tuan rumah, Malaysia, yang berhasil mengalahkan Indonesia dengan skor keseluruhan 8-5.
Acara ini berlangsung selama dua hari, 6-7 Desember 2025, di N9 Arena, Nilai, Negeri Sembilan, dan melibatkan 48 petarung dalam format tinju serta muay thai.
Ini bukan sekadar pertarungan biasa, tapi perang prestise antarabangsa yang penuh gairah nasionalisme.
Pada Hari 1 (6 Disember), Malaysia memimpin dengan skor 5-3.
Beberapa highlight termasuk kemenangan Darwin Idzlan atas Edowar melalui decision, dan Ijam Masri yang menang TKO melawan Satria Mahatir.
Namun, Indonesia tak kalah gigih, dengan Frans mengalahkan Pavvin via decision, serta Dwi Superboy yang menundukkan Dancing Boy.
Hari 2 menyaksikan Indonesia sempat menyamakan kedudukan, tapi Malaysia bangkit dan menyapu lebih banyak kemenangan, termasuk Innwan yang menang decision atas Andreas Monster Nias.
Secara keseluruhan, acara ini disiarkan secara live melalui Vidio (PPV) dan YouTube, menarik ribuan penonton online.
WWC 2025 bukan hanya soal pukulan, tapi juga membuktikan semangat olahraga yang menyatukan rival.
Bagi peminat, ini adalah bukti bahwa Malaysia sedang naik daun dalam arena pertarungan Asia Tenggara.
Pertarungan Penuh Drama
Semuanya bermula di konferensi pers, di mana konfrontasi hampir meletus menjadi "baku hantam" di atas meja.
Sebelum pertarungan Yusuf Azmi vs Yunus Martin benar-benar terjadi di arena tinju.
Yusuf Azmi mendakwa Yunus Sasmita menghina dia dengan mengencing baju Semboyan (simbol persatuan Yusuf) dan meludah ke mukanya.
"Jangan hina saya. Kencing atas baju Semboyan, ludah muka – kalau nak lawan, kita lawan!" kata Yusuf, membuat acara ini bukan lagi olahraga biasa, tapi dendam pribadi yang viral.
Pertarungan untuk gelaran WWC International Influencer Super Lightweight Champion ini berlangsung pada 7 Desember di N9 Arena.
Yusuf, sebagai pengaruh dan pengasas Persatuan Pengguna Semboyan Malaysia, menghadapi Yunus, petinju berpengalaman dari Indonesia.
Drama pra-acara ini membanjiri media sosial, dengan video konfrontasi ditonton jutaan kali.
Ia menambah elemen emosi, mengubah pertarungan menjadi simbol rivaliti Malaysia-Indonesia.
Akhirnya, Yunus menang TKO di ronde ketiga setelah pasukan Yusuf membaling tuala putih.
Namun, drama sebelumnya lah yang membuat pertarungan ini legenda.
Bagi peminat, ini mengingatkan bahwa olahraga tinju bukan hanya soal fisik, tapi juga mental dan hujatan bisa jadi bahan bakar untuk kemenangan. (tas)
Editor : Tasropi