RADARSEMARANG.ID, Semarang - Berita perceraian di kalangan artis dan dunia entertainment belakangan ini mulai marak, terlebih sejak diisukannya pemilik usaha Mother of Pearl, Tasya Farasya.
Pada pertengahan September 2025 ini rumah tangga Tasya Farasya begitu disoroti publik, terutama oleh penggemarnya.
Terlebih usai unggah postingan pernikahannya tanpa caption, netizen mulai menduga adanya kerenggangan rumah tangganya bersama Ahmad Assegaf.
Tak lama begitu rumor perceraian Beauty Influencer tersebut ramai, Tasya Farasya dinyatakan resmi mengajukan gugatan cerai kepada suaminya, Ahmad Assegaf setelah 7 tahun pernikahan.
Netizen menyayangkan rumah tangga keduanya, pernikahan yang digelar 7 hari dengan begitu megahnya dan sangat diidamkan banyak orang itu berakhir kandas.
Rabu (24/09) keduanya kembali dikabarkan jalani sidang perceraian di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.
Beberpa spekulasi media menyebutkan sebab perceraiannya mulai dari perselingkuhan, tak beri nafkah, hingga tilep duit Tasya.
Namun, Kuasa hukum Tasya turut angkat bicara bahwa perceraian tersebut bukan karena orang ketiga.
"Fokus dalam gugatan kami adalah masalah kepercayaan. Kepercayaan yang telah diberikan sedemikian rupa, namun dikhianati," Ucap Sangun Ragahdo, penguasa hukum Tasya Farasya kepada awak media pada Rabu (24/09).
Pada persidangan tersebut banyak fakta yang baru diketahui publik diantaranya yaitu Ahmad Assegaf telah menjatuhkan talak sebelum adanya gugatan cerai, keduanya juga terungkap sudah bercerai secara agama terlebih dahulu, hingga Tasya Farasya ajukan tuntutan nafkah anak hanya sebesar seratus perak.
Dibalik fakta-fakta mengejutkan tersebut, hal lain yang juga disoroti netizen dan menuai banyak pujian hingga dukungan yaitu ketika Tasya Farasya mengunggah potret dirinya mengenakan pakaian bernuansa kuning.
Dalam unggahannya tersebut Tasya menuliskan "Wrapped in yellow once more", dengan mengenakan busana yang senada dengan hari pernikahannya tersebut netizen akui tampilannya cantik dan elegan, semakin membuktikan seberapa tegarnya Tasya Farasya. (mg20)
Editor : Baskoro Septiadi