RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sosok Alyssa Daguise tidak hanya dikenal sebagai model dan influencer ternama.
Dirinya juga dikenal sebagai perempuan muda yang berani mengambil keputusan besar dalam hidupnya.
Salah satu langkah paling mengejutkan dalam perjalanannya adalah ketika ia memutuskan untuk meninggalkan Program Studi Kedokteran di Paris.
Alyssa memilih beralih ke dunia fashion, bidang yang selama ini menjadi passionnya.
Pada episode pertama YouTube channel The ALs yang ia buat bersama Al Ghazali, Alyssa membagikan kisah masa lalunya.
Keputusan yang Alyssa ambil adalah keputusan besar yang telah mengubah arah hidupnya.
"Aku sekolah kedokteran dua tahun di Paris. Akhirnya aku memilih untuk drop out karena aku merasakan bahwa itu tidak berarti untuk aku, aku tidak sangat bersemangat," ungkapnya.
Keputusan tersebut tentu tidak diambil secara sembarangan.
Alyssa sempat berdiskusi panjang dengan kedua orang tuanya sebelum akhirnya beralih ke sekolah fashion.
"Dari situ aku berbicara dengan kedua orang tuaku, dan aku memutuskan untuk cari sekolah fashion dulu untuk presentasi ke kedua orang tuaku," ujarnya.
Lewat semangat dan dukungan dari keluarga, Alyssa kemudian mengambil jurusan Fashion Business and Management di salah satu sekolah mode ternama di Paris.
Ia mengatakan bahwa bidang tersebut jauh lebih sesuai dengan kepribadiannya yang kreatif dan ekspresif.
"Aku memiliki gelar Bachelor di Fashion Management Business. Jadi ya, itu adalah karir besar aku," imbuh Alyssa.
Tentu saja, langkah ini menandadi fase baru dalam hidupnya, mengejar karir atas dasar kecintaan bukan kewajiban.
Pada kanal YouTube mereka, Alyssa menekankan pentingnya kebahagiaan dan kejujuran terhadap diri sendiri dalam menjalani hidup.
Kini, Alyssa aktif sebagai model, influencer, serta bekerja sama dengan berbagai brand internasional di bidang fashion dan lifestyle.
Ia juga sedang bersiap membangun keluarga bersama Al Ghazali, seraya berbagi kisah hidup mereka melalui kanal The ALs.
Kisah Alyssa menjadi inspirasi kuat bagi generasi muda untuk tidak takut mengambil keputusan sulit demi hidup yang lebih bermakna.
Editor : Baskoro Septiadi