RADARSEMARANG.ID, Semarang - Luna Maya, artis multitalenta yang telah malang melintang di dunia hiburan tanah air, ternyata memiliki sisi kehidupan keluarga yang sangat penuh makna.
Dibalik kesibukan dan kesuksesannya di Jakarta, Luna menyimpan keinginan sederhana.
Luna menginginkan sang ibu dapat tinggal bersamanya di ibu kota.
Namun, keinginan itu belum juga terwujud hingga saat ini. Pasalnya sang ibunda lebih memilih tetap tinggal di Bali.
Menurut Desa Maya Waltaurd Maiyer, Ibu dari Luna Maya, tinggal di Bali terasa jauh lebih nyaman dan damai.
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Luna Maya menceritakan bahwa ia sudah berulang kali membujuk ibunya untuk pindah ke Jakarta.
Bukan tanpa alasan, Luna ingin lebih dekat dengan ibunya dan memastikan sang ibu mendapatkan perawatan serta perhatian yang maksimal seiring bertambahnya usia.
“Sudah berkali-kali aku ajak mama tinggal di Jakarta, bahkan aku sempat siapkan tempat khusus buat mama di rumah. Tapi mama selalu menolak dengan lembut,” ujarnya.
Keputusan Desa Maya, ternyata bukan semata karena tidak ingin merepotkan anaknya.
Dirinya lebih pada kecintaannya terhadap kehidupan di Bali yang tenang dan bersahaja.
Bagi ibunya, suasana Jakarta yang padat, bising, dan penuh hiruk pikuk justru membuatnya tidak nyaman.
“Mama itu orangnya sederhana. Dia bilang Jakarta terlalu ramai buat mama, terlalu cepat semuanya. Mama suka bangun pagi, jalan ke pasar, ngobrol sama tetangga, lihat bunga-bunga di kebun. Kalau di Jakarta, semua itu susah didapatkan,” imbuh Luna.
Sang ibu juga merasa memiliki ikatan emosional yang kuat dengan lingkungan sekitar di Bali.
Di sana ia sudah menjalin hubungan baik dengan tetangga dan komunitas lokal.
Desa Maya, juga memiliki rutinitas harian yang membuatnya merasa produktif dan berarti.
“Mama itu aktif banget, bahkan sekarang masih suka berkebun sendiri. Tanam sayur, rawat bunga, dan kadang ngajar masak buat anak-anak tetangga,” ungkap Luna.
Ibunya memiliki dunia sendiri di Bali. Luna mengatakan jika ibunya tinggal bersamanya, mungkin dia akan merasa sepi.
Sebagai seorang anak, Luna mengaku sempat merasa sedih karena tidak bisa sering-sering mendampingi ibunya.
Namun, ia memilih untuk menghormati keputusan sang ibu dan memahami bahwa kebahagiaan sejati seseorang tidak selalu sama.
Apa yang membuat Luna bahagia di Jakarta, belum tentu membuat ibunya merasa sama.
Luna berkomitmen untuk lebih sering pulang ke Bali di tengah kesibukan syuting dan bisnisnya.
Ia menyadari bahwa waktu bersama orang tua sangatlah berharga dan tidak bisa tergantikan oleh apapun.
“Sekarang aku lebih banyak atur waktu supaya bisa pulang ke Bali. Minimal sebulan sekali harus ketemu mama. Kita ngobrol, makan bareng, kadang jalan-jalan ke pantai bareng. Itu momen yang sangat aku syukuri,” kata Luna.
Kisah Luna Maya dan sang ibu menyentuh banyak hati. Di tengah budaya modern yang sering kali memaksa orang tua untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan anak.
Sang ibu justru menunjukkan bahwa kebahagiaan bisa ditemukan dalam hal-hal yang paling sederhana.
Luna sebagai anak juga memberikan teladan tentang bagaimana cara terbaik untuk mencintai orang tua, dengan memahami dan menghormati pilihan hidup mereka.
Editor : Baskoro Septiadi