RADARSEMARANG.ID - Kekayaan alam merupakan salah satu rahmat yang patut disyukuri oleh umat manusia sebagai karunia dari Tuhan yang maha Esa.
Tentunya manusia sebagai makhluk yang diberi akal dan pemikiran seharusnya mampu mengelola dan menjadi penjaga bagi makhluk hidup lainnya di muka bumi.
Namun, masih banyak dari golongan manusia yang justru berperan dalam kerusakan alam, hal tersebut tentunya berefek buruk terhadap keberlangsungan lingkungan yang ada.
Kini terbaru, bumi kembali menampar umat manusia karena keserakahan dan pengrusakan yang kerap dilakukan kepada alam.
Diketahui bahwa seperempat atau 25% dari seluruh spesies binatang yang hidup di air tawar telah mendekati kepunahan.
Hasil dari komoditas ikan dari air tawar menjadi salah satu yang terbesar yang dikonsumsi manusia sebagai bahan makanan di seluruh dunia.
Namun menurut jurnal penelitian terbaru yang dilakukan oleh Nature mengungkapkan bahwa kita sudah hampir kehilangan 25% total dari seluruh spesies yang hidup di air tawar.
Semua spesies yang terdapat pada list hampir punah tersebut mencakup golongan binatang seperti ikan, reptil, amfibi dan juga hewan intervrebrata.
Jumlah spesies yang terancam punah paling besar ditemukan di Danau Victoria, Danau Titicaca, Zona Basah Sri Lanka, dan Ghats Barat di India. Area-area ini merupakan rumah bagi beberapa keanekaragaman hayati air tawar tertinggi di dunia, termasuk spesies endemik.
Danau, perairan oasis dan mata air adalah tempat utama terjadinya kepunahan. Tercatat, pada tahun 2020, lima belas spesies ikan dari Danau Lanao di Filipina dinyatakan Punah (Extinct) dalam Daftar Merah IUCN.
Selain sebagai sumber pangan manusia, spesies-spesies ini juga berperan penting bagi keberlangsungan keseimbangan ekosistem secara global.
Jadi, dengan hilangnya mereka tentu akan berdampak besar bagi mata rantai ekosistem yang mengatur sedemikian rupa agar semua spesies tetap lestari.
Kebanyakan dari spesies yang terancam punah tersebut populasinya menyusut karena tindakan manusia yang destruktif,
Seperti pembangunan sarana perairan yang berlebihan, penggunaan fungsi lahan alami untuk pertanian, polusi dan juga eksploitasi yang dilakukan untuk kebutuhan manusia.
Source: Mongabay, Klik Hijau
Editor : Baskoro Septiadi