Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Viral di TikTok Berkat Aisar dan Fuji, Inilah Kisah Haru di Balik Lagu Minang 'Galodo Kampuang Jo Nagari'

Tasropi • Selasa, 17 Desember 2024 | 22:41 WIB
Potret kedekatan Aisar Khaled dan Fuji yang kemudian diposting di akun Tiktok dengan sound lagu minang "Galodo kampuang jo Nagari" karya Indro Tanjung.
Potret kedekatan Aisar Khaled dan Fuji yang kemudian diposting di akun Tiktok dengan sound lagu minang "Galodo kampuang jo Nagari" karya Indro Tanjung.

RADARSEMARANG.ID, PLATFORM TikTok kembali membuktikan kekuatannya dalam menjadikan lagu-lagu lokal terkenal di dunia maya.

Kali ini, lagu Minang "Galodo Kampuang Jo Nagari" karya Indro Tanjung mencuri perhatian setelah dijadikan sound dalam sebuah unggahan TikTok oleh Aisar Khaledd, kreator muda yang terkenal dengan konten-konten menyentuh.

Aisar Khaled adalah seorang influencer, aktor, sekaligus model yang berasal dari Malaysia, kini tengah sukses berkarier di Indonesia.

Nama Aisar sedang ramai diperbincangkan usai bertanding melawan Fadly Faisal dalam acara Byon Combat.

Di usia yang muda, Aisar telah menginspirasi banyak orang dan meraih sejumlah pencapaian dengan popularitasnya.

Baru-baru ini, kabarnya Aisar mengaku ingin mengenal dengan Fuji Utami. Bahkan sering kali, mereka berdua terlihat membuat konten bersama.

Namun, di balik popularitas lagu Minang ini, terdapat kisah menyayat hati yang menjadi latar belakang lagu ini.

Berikut adalah fakta di balik lagu "Galodo Kampuang Jo Nagari" yang kini viral di berbagai platform media sosial.

1. Viral Berkat TikTok dan Aisar Khaledd

Lagu ini menjadi booming di TikTok setelah Aisar Khaled menggunakannya sebagai latar suara dalam unggahannya yang bertema kepedulian terhadap bencana alam.

Videonya menggambarkan kondisi alam yang hancur, lengkap dengan potongan footage banjir dan suasana duka yang menyayat hati.

Fuji, yang juga dikenal sebagai selebritas peduli sosial, menyematkan lagu ini dalam unggahan video pendek tentang pentingnya saling mendukung di tengah tragedi.

Kombinasi ini membuat lagu "Galodo Kampuang Jo Nagari" menjadi trending, tidak hanya di TikTok tetapi juga di Instagram Reels dan YouTube Shorts.

2. Kisah Nyata di Balik Lagu

Lagu ini terinspirasi dari bencana banjir bandang yang terjadi pada 11 Mei 2024, yang melanda beberapa daerah di Sumatera Barat, termasuk Tanah Datar, Padang Panjang, dan Kabupaten Agam.

Tragedi tersebut mengakibatkan kerusakan besar, banyak rumah hanyut, dan korban jiwa yang meninggalkan duka mendalam.

Indro Tanjung menciptakan lagu ini sebagai bentuk ungkapan belasungkawa dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak.

Setiap baitnya mengandung pesan mendalam tentang kehilangan, harapan, dan doa untuk mereka yang tertimpa musibah.

3. Lirik Sarat Makna yang Menyentuh

Bagian yang sering digunakan dalam unggahan TikTok adalah:
“Ditangah malam... datang galodo, aie badarun,
Maluluah latak kampuang jo nagari...”

Artinya: “Di tengah malam, datanglah banjir bandang, air mengalir deras,
Menghancurkan permukiman di kampung dan nagari.”

Lirik ini menggambarkan suasana tragis ketika bencana tiba secara tiba-tiba di malam hari, saat banyak orang tidak menyadari bahaya yang mengintai.

Potongan ini dianggap sangat emosional, sehingga banyak digunakan untuk menggambarkan perasaan duka atau kehilangan dalam video TikTok.

4. Makna Religius dan Harapan

Lagu ini juga memuat pesan religius yang kuat, mencerminkan kepercayaan masyarakat Minangkabau kepada Tuhan di tengah musibah.

Pada bagian refrain, Indro Tanjung menulis:
“Antokan, antokan... tangih diranah Minang,
Hanyo katuhan ampun sagalo kasalahan.”

Artinya: “Berhentilah, berhentilah... tangis di tanah Minang,
Hanya kepada Tuhan, kami memohon ampun atas segala kesalahan.”

Bagian ini menyampaikan pesan untuk tetap tabah dan berserah diri kepada Tuhan meskipun menghadapi cobaan berat.

5. Keunikan Musik Minang di Tengah Tren Populer

Di tengah dominasi musik modern di platform digital, kehadiran lagu-lagu tradisional seperti "Galodo Kampuang Jo Nagari" membawa warna baru.

Lagu ini memadukan musik tradisional Minang dengan aransemen modern, membuatnya relevan di kalangan muda sekaligus mempertahankan nuansa khas budaya Minangkabau.

6. Meningkatkan Kesadaran tentang Bencana Alam

Dengan viralnya lagu ini, banyak pengguna media sosial yang mulai mencari tahu tentang kejadian bencana banjir bandang yang menjadi latar belakangnya.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa alam perlu dijaga dan masyarakat harus lebih siap menghadapi bencana.

Viralnya "Galodo Kampuang Jo Nagari" di TikTok membuktikan bahwa musik dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan pesan sosial yang penting.

Popularitasnya bukan hanya soal nada yang enak didengar, tetapi juga kekuatan lirik yang menyentuh hati.

Melalui unggahan Aisar Khaledd dan dukungan dari kreator lain seperti Fuji, lagu ini tidak hanya menjadi tren, tetapi juga alat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya solidaritas, doa, dan perhatian terhadap lingkungan.

Sudahkah Anda mendengar lagu ini? Jika belum, temukan dan resapi maknanya – siapa tahu, Anda juga akan terinspirasi!

Editor : Tasropi
#Fuji Utami #tanah minang #fadly faisal #Aisar Khaled #Banjir Bandang #Galodo Kampuang Jo Nagari