RADARSEMARANG.ID - Polemik uang donasi Agus Salim korban penyiraman air keras masih tampak terus bergulir, dan menarik perhatian publik.
Pratiwi Noviyanthi, atau yang akrab disapa Teh Novi, selaku penggalang dana donasi akhirnya memberikan klarifikasi terkait polemik uang donasi tersebut.
Hal tersebut diungkapkan Teh Novi melalui sebuah unggahan video yang tampak didampingi oleh kuasa hukum, Garry Julian.
Dalam video tersebut, Teh Novi membeberkan awal mula polemik uang donasi Agus Salim ini yang terlihat semakin mencuat ke publik.
Pasalnya, polemik ini juga membuat kekecewaan donatur yang merasa uang mereka disalahgunakan hingga munculnya sebuah petisi kembalikan uang donasi.
Klarifikasi dari Teh Novi melalui channel Youtube miliknya semakin menarik perhatian setelah Agus Salim melaporkan dirinya ke polisi.
Selain itu, tuduhan pencemaran nama baik dan penggelapan uang seolah menghiasi polemik uang donasi ini. Padahal, pada awalnya bermula dari niat baik Teh Novi untuk membantu pengobatan Agus Salim korban penyiraman air keras.
Hingga akhirnya Teh Novi kembali melakukan podcast bersama Denny Sumargo (Densu) yang juga diikuti pihak keluarga Agus Salim pada 14 Oktober 2024.
Di podcast tersebut, Teh Novi mengira case polemik uang donasi ini sudah selesai, lantaran keduanya (Novi dan keluarga Agus) sudah bermaaf-maafan dan tidak ada konflik sama sekali.
Bahkan, setelah podcast selesai, Novi bersedia mengantarkan Agus ke mobil pada saat akan pulang ke rumahnya.
Sementara pada podcast tersebut, Densu mengatakan “intinya clear pointnya mbak Novi, jadi kita tutup di sini. Podcast ini akan memberikan informasi sampai di luar sana”.
“Novi juga udah stop juga, mereka juga jalan masing-masing. Kalau ada perkara tambahan bicara sama saya aja, nanti kita Cari solusinya bareng-bareng ya,” kata Densu.
Teh Novi menjelaskan, komunikasi dengan pihak keluarga Agus Salim sebelumnya sangat baik dan lancar.
Hal tersebut dibuktikan dengan tangkapan layar obrolan dari pihak keluarga Agus yang telah menyatakan kepercayaannya ke yayasan Novi terkait uang donasi Agus Salim ini.
“Jadi Mbak Elmi mempercayakan ke yayasan kita untuk sisa uang yang beliau pegang gitu sebesar Rp 300 juta. Dan harus digaris Besari tanpa adanya paksaan ya guys,” ucap Teh Novi dalam klarifikasinya.
Menurut Novi, Mbak Elmi yang ingin menyerahkan uang donasi tersebut pada saat ditanya oleh bang Deni Sumargo di video podcast saat itu.
Namun, Novi mengaku kaget saat melihat di sosial media Instagram terdapat pengguna yang menandai (tag) namanya pada jam 8 pagi.
Salah satu tag tersebut menunjukkan sebuah statement pengacara FA yang menyebut yayasan Novi seolah-olah ingin menguasai uang donasi, dan menyebutnya jahat kepada Agus dan lain-lain.
Padahal proses pengobatan juga masih berjalan dan masih dimonitoring oleh yayasan Teh Novi dalam mengelola uang donasi ini.
Teh Novi memaparkan, ketika keluarga Agus meminta uang untuk biaya di salah satu rumah sakit, mereka memintanya melalui yayasannya.
Dia juga menegaskan dana sebesar Rp 1,3 miliar utuh sepenuhnya untuk pengobatan Agus, bukan untuk keperluan pribadi atau yayasan itu sendiri.
Menurut keterangannya, rencana pengobatan dimulai dengan operasi kelopak mata yang memerlukan biaya sekitar Rp 100 juta.
Setelah itu, dilakukan pembuatan bola mata dan kemungkinan perawatan lanjutan untuk bagian muka atau tangan yang diklaim sudah terkena infeksi tetanus, serta penyakit dalam lainnya yang mungkin dialami Agus.
Teh Novi memaparkan, segala kebutuhan pengobatan Agus akan diselesaikan terlebih dahulu. Setelah itu jika masih ada dana yang tersisa, rencananya akan digunakan untuk membuatkan usaha bagi Agus Salim, seperti usaha kontrakan rumah.
Menurut Teh Novi, hal tersebut agar Agus tidak perlu bekerja terlalu berat selama masa pemulihan, dan berharap mbak Elmi juga bisa membantu manjaganya.
Namun begitu, prioritas utama uang donasi tersebut sesuai kesepakatan awal untuk operasi dan pengobatan Agus Salim.
“Jadi nanti sisanya juga mungkin untuk kebutuhan apa-apa itu masih banyak yang lainnya. Tapi sesuai kesepakatan dan akad pertama bahwa uang kita untuk donasi hanya untuk operasi dan pengobatan terlebih dahulu,” ucap Teh Novi.
Sementara itu, Garry Julian yang mendampingi Teh Novi dalam video tersebut menjelaskan, beberapa kali upaya klarifikasi dan mediasi sudah dilakukan dan disepakati antara tim Teh Novi dengan keluarga Agus.
Namun, beredar kabar di luar bahwa pemindahan uang Rp 1 miliar sebelumnya dilakukan dengan paksaan atau ancaman, dan tampak memicu polemik uang donasi ini.
Kendati demikian, Garry Julian selaku kuasa hukum Teh Novi menegaskan bahwa, pihak perbankan memiliki metode SOP tersendiri.
Mereka memastikan pemindahan uang hanya diproses jika orang yang bersangkutan datang langsung ke bank, dan menjelaskan maksud serta tujuan pemindahan uang tersebut.
Garry menambahkan, terdapat uang sebesar Rp 300 juta ditransfer dari m-banking Mbak Elmi ke yayasan. Namun yang menjadi polemik adalah terkait mutasi dana sebesar Rp 95,8 juta.
“Jadi kita punya semua bukti-buktinya dan pengakuannya bahwa 95,8 juta ini tidak memang dipergunakan dan mereka memperlihatkan.” ujar Garry.
Lebih lanjut, Garry menuturukan, “Memang iya tagihan banknya itu 95 juta, 780 sekian. Nah mungkin dibulatkan jadi 95 juta 800 ribu itulah yang ditransfer oleh istri mas Agus ke Mbak Via”.
Namun ketika diverifikasi, menurut Garry, ternyata ada pengurangan denda sehingga total pelunasan untuk rumah menjadi Rp 35 juta.
Menurut Garry, pihaknya memiliki bukti bahwa jumlah tersebut adalah untuk tagihan bank yang terdiri dari denda, bunga, dan pokok.
Teh Novi kembali menjelaskan, bahwa benar adanya bahwa sejumlah uang digunakan untuk membayar rumah sekitar Rp 90 juta.
Namun, setelah melihat mutasi rekeningnya, ditemukan bahwa jumlah tersebut tidak penuh digunakan untuk pembayaran rumah.
Ada pengeluaran sebesar Rp 20 juta dan Rp 10 juta untuk belanja online di marketplace, serta beberapa jumlah kecil lainnya.
Semua bukti tersebut telah terurai melalui percakapan WhatsApp mereka dan rinciannya juga ditulis tangan oleh pihak keluarga Agus.
Disamping itu, juga terdapat bukti rekaman yang dibagikan pada video klarifikasi Teh Novi di YouTube tersebut.
“Jadi tapi sisanya juga udah dikembalikan ke Agus dan Elmi oleh anak saya. Jadi paling sisanya ya yang udah kepakai buat bayar rumah itu aja, rumah saya, semua,” bunyi rekaman tersebut.
Garry kembali menekankan bahwa, kepentingan terbaik bagi Agus Salim tetap akan menjadi prioritas. First thing first-nya harus pengobatan dulu.
Meski demikian, Garry merasa heran mengapa Agus Salim malah menyerang Teh Novi. Padahal tujuan utama adalah untuk kepentingan terbaik yang bersangkutan.
Hingga pada akhirnya, pihak keluarga Agus Salim didampingi pengacara FA yang dikabarkan akan mensomasi Teh Novi dan yayasannya.
Namun, tim Teh Novi dikabarkan belum menerima somasi tersebut hingga saat ini dan tidak mengetahui poin yang dipermasalahkan.
“Karena dari sisi Teh Novi dan tim itu, ini kan tenovi yang inisiatif donasi dan mengangkat kisahnya. Teh Novi juga yang menemukan dugaan-dugaan penyalahgunaan yang tidak sepatutnya gitu ya. Artinya bukan enggak boleh tapi first thing first-nya harus pengobatan dulu gitu,” jelas Garry.
Editor : Baskoro Septiadi