RADARSEMARANG.ID - Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang sangat mencintai kucing, kucing merupakan binatang peliharaan populer nomer satu di negeri ini.
Namun, meskipun begitu kucing domestik atau yang biasa kita temui di Indonesia merupakan hasil dari perkembangbiakan berbagai jenis ras dari luar negeri.
Kebanyakan dari kucing-kucing yang berada di Indonesia merupakan kucing bawaan dari para pelaut di masa lampau melalui jalur perdagangan laut.
Kucing-kucing generasi awal yang datang ke Indonesia biasanya turut serta dibawa atau tidak sengaja ikut dalam kapal-kapal yang membawa komoditas barang-barang untuk diperjual-belikan.
Kucing terus berkembang biak secara masif, dan menjadi salah satu spesies yang paling kerap ditemui di Indonesia, terlebih karena satwa ini merupakan binatang kesayangan Nabi Muhammad, melanggengkan populasinya di negara yang mayoritas masyakatnya merupakan beragama Islam ini.
Namun di salah satu sudut Kepulauan Indonesia, tepatnya di Pulau Raas, Madura, Jawa Timur. Terdapat sebuah ras kucing domestik yang tidak dapat ditemukan dimanapun selain di daerah tersebut.
Awal mula kelahiran kucing ras ini juga masih belum banyak diketahui. Kemungkinan besar ras kucing madura terbentuk secara alami sejak masalalu di pulau ini.
Masyarakat di Madura kerap menyebut kucing ras ini dengan sebutan Kucing Busok, namun ada juga yang menyebutnya dengan sebutan Kucing Raas, berasal dari nama daerah penyebaran kucing ini.
Kucing ini dapat dikenali dengan spesifikasinya yang unik, yakni bulu yang berwarna abu-abu serta wajah bulat dengan bentuk mata yang tajam.
Kucing busok punya ekor cenderung pendek. Ukuran tubuhnya lebih besar dari kebanyakan kucing kampung. Telapak kaki lebih gelap dibanding warna bulu.
Kucing jenis ini sangat dijaga keberadaannya oleh orang-orang di Madura, bahkan adanya larangan untuk membawa Kucing Busok keluar dari Pulau Raas jika tanpa wewenang pemangku daerah setempat.
Dalam unsur budaya, masyarakat Pulau Raas juga percaya bahwa kucing busok memiliki keistimewaan dan keberkahan. Kucing ini diyakini dapat mendatangkan nasib baik dan rezeki bagi orang yang memeliharanya.
Baca Juga: Rusa Jawa, Spesies Endemik Asal Indonesia yang Diperkenalkan ke Benua Australia dan Selandia Baru
Di masa lalu, Kucing Busok merupakan hadiah bernilai tinggi yang diberikan raja-raja di Madura kepada tamu-tamu atau delegasi penting yang datang ke kerajaannya.
Untuk jumlah dari kucing busok kini yang berada di Madura diperkirakan sangat terbatas, yakni kurang lebih hanya sekitar seratus ekor individu, mengindikasikan bahwa jenis kucing ini memang spesies yang rentan punah.
Untuk melestarikannya, salah satu dari komunitas pecinta kucing yakni CFI (Cat Fancy Indonesia) mendaftarkan sampel DNA dari Kucing Busok ini kepada badan yang berwenang di New York, Amerika Serikat untuk mendapatkan sertifikasi ras.
Source: Radar Madura, Mongabay id, Kucing Raas.com