Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Harimau Ngandong, Spesies Harimau Raksasa yang Keberadaan Fosilnya Ditemukan di Blora Jawa Tengah

Aby Genta Putra Prasetya • Rabu, 17 Juli 2024 | 16:14 WIB
Ilustrasi gambaran Panthera Tigris Soloensis atau Harimau Ngandong
Ilustrasi gambaran Panthera Tigris Soloensis atau Harimau Ngandong

RADARSEMARANG.ID - Landscape alam di Jawa yang terkenal memiliki kandungan tanah yang subur memungkinkan banyak aspek kehidupan untuk mendiami pulau ini.

Pulau ini menjadi nomer satu sebagai pulau paling padat di dunia yang dihuni sekitar 278,69 juta jiwa manusia, dalam sensus tahun 2024.

Pulau Jawa juga menjadi bukti bahwa keberadaan manusia dan fauna dapat hidup berdampingan dalam skala jarak yang sempit antara hutan dan pemukiman penduduk.

Sebelum kedatangan manusia, pulau ini telah memiliki penduduk asli yang berwujud berbagai megafauna purba berukuran raksasa.

Banyak dari hewan-hewan ini yang telah punah dengan meninggalkan ilmuwan berbagai bukti fisik seperti fosil dan spekulasi keberadaan mereka di masa lalu.

Sebelum permukaan bumi turun seperti di masa sekarang, Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan masih menjadi satu dan menempel dengan daratan Asia lainnya sebagai Sundaland.

Di masa ini pula banyak binatang-binatang dari Asia yang melakukan migrasi ke selatan menuju ke tempat dengan iklim lebih hangat serta menetap disini.

Dengan kondisi alam yang memiliki berbagai macam vegetasi penunjang kehidupan bagi berbagai spesies herbivora purba seperti Gajah Purba Blora, Kerbau Purba, Stegodon, Rusa dan Tapir Malaya.

Tentunya di wilayah yang kaya akan keanekaragaman hewani seperti ini, lahirlah pula binatang pemangsa yang mengontrol populasi dari mangsanya.

Yang paling terkenal merupakan sub-spesies harimau (Panthera Tigris), yang fosilnya banyak ditemukan di sebuah desa bernama Ngandong di Blora, Jawa Tengah.

Harimau Ngandong atau Panthera Tigris Soloensis, merupakan jenis kucing besar purba yang hidup di Masa Pleistosen. Diperkirakan dari 195 hingga 70 ribu tahun yang lalu.

Sebenarnya harimau purba yang hidup di Indonesia purba bukan hanya harimau Ngandong. Namun ada juga spesies lain seperti harimau Trinil dan harimau Antik, namun diantara yang lain harimau Ngandong merupakan spesies yang terbesar.

Baca Juga: Gajah Kerdil Kalimantan, Penerus Keberlangsungan Spesies Gajah Jawa di Bumi Nusantara

Harimau ini memiliki tubuh yang sangat besar dibandingkan harimau yang hidup di masa sekarang, harimau Ngandong memiliki panjang sekitar 2-3 meter, tinggi 1,3 meter dan berat badan mencapai 415 kilogram.

Menjadikan harimau ini sebagai spesies harimau terbesar yang pernah hidup di bumi. Harimau Ngandong juga dipercaya sebagai nenek moyang harimau Jawa dan harimau Bali.

Penemuan fosil Harimau Ngandong bersamaan dengan berbagai fosil megafauna purba lainnya di Situs Ngandong membuktikan bahwa dimasa prasejarah, Pulau Jawa menyimpan banyak bukti keanekaragaman hewani yang begitu melimpah.

Source: Dinopedia, Paleontologi ID, Prehistoric Fauna

Editor : Baskoro Septiadi
#Harimau Terbesar di Jawa #harimau ngandong #Harimau Purba Jawa Tengah #Spesies Harimau Purba #Spesies Harimau Terbesar