Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Menjadi Sandwich Generation, Beban Berat yang Dipikul Kebanyakan Anak Muda Jaman Sekarang

Aby Genta Putra Prasetya • Kamis, 9 Mei 2024 | 23:04 WIB
Ilustrasi Sandwich Generation
Ilustrasi Sandwich Generation

RADARSEMARANG.ID - Pasti kita sudah tidak asing lagi dengan istilah 'Sandwich Generation', seringkali ungkapan tentang kondisi ini beredar di lini masa sosial media.

Ungkapan ini sering dialami oleh kebanyakan orang di Indonesia, tetapi banyak juga yang tidak merasa bahwa mereka mengalami hal ini.

Sandwich Generation adalah sebuah kondisi yang ramai dibicarakan banyak orang yang sedang dalam masa produktif bekerja.

Namun ia tidak hanya bekerja untuk dirinya sendiri melainkan untuk menghidupi banyak orang, khususnya keluarga terdekat.

Beberapa dari mereka harus menanggung tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan generasi diatasnya dan generasi dibawahnya, contoh orangtua dan adik.

Menurut Cambridge Dictionary pada tahun 2022, sandwich generation adalah sebuah sebutan yang digunakan untuk sekelompok orang yang memiliki orang tua yang sudah berumur dan juga anak-anak, sehingga mereka harus merawat anak-anak dan orang tua mereka.

Tentunya hal ini bukanlah hal yang sepenuhnya salah, membantu orang tua dan saudara kandung merupakan hal yang baik dilakukan, asal sudah dilakukan dengan pertimbangan yang tidak merugikan diri sendiri.

Namun, banyak orang yang merasa memenuhi kebutuhan dari seluruh anggota keluarga tanpa mempedulikan masa depan pribadi merupakan hal yang salah juga.

Istilah Sandwich Generation sebenarnya diciptakan pada 1981 oleh Dorothy Miller, seorang professor dari Universitas Kentucky yang juga merupakan seorang pekerja sosial.

Awalnya, ungkapan ini digunakan untuk menggambarkan wanita yang berusia 30-40 tahun dan situasinya seperti ‘terjepit’ di antara pasangan, anak-anak, orang tua, dan majikan. Namun, saat ini demografi telah berubah dan istilah sandwich generation juga digunakan kepada pria dan wanita yang merasakan keadaan ‘terjepit’ tersebut.

Menurut Harsiwi, seorang dosen Universitas Atma Jaya dilansir Psychology Binus menyatakan bahwa kelompok produktif yang masih bekerja didominasi oleh generasi X dan generasi milenial, berbanding terbalik dengan kelompok tidak produktif, seperti generasi pre-boomer dan baby boomer, dan kelompok yang belum produktif, seperti generasi Z dan post gen Z.

"Jika dilihat melalui persentasenya, kelompok produktif (47,75%) harus menopang 4 generasi lainnya yang sudah tidak produktif dan yang belum produktif (52,25%). Sehingga, hal ini mempertegas munculnya sandwich generation pada masyarakat Indonesia."

Baca Juga: Ramai-ramai Istilah The Nuruls, Superioritas Anak Kota Terhadap Anak Kabupaten?

Tentunya hal ini berimbas dengan makin banyaknya sekelompok orang yang berada dalam usia produktif namun sulit untuk menaikkan taraf hidupnya beberapa tingkat lebih tinggi.

Ciri Ciri Sandwich Generation

Ciri-ciri sandwich generation sendiri bisa dilihat melalui tipe-tipe sandwich generation menurut Senior Living, dilansir Prambors FM.

1. Traditional Sandwich Generation
Tipe ini biasanya terdiri dari orang dewasa berusia 40 hingga awal 50an yang masih harus menanggung beban orang tua sekaligus memiliki anak yang masih membutuhkan dukungan finansial.

2. The Club Sandwich Generation
Generasi ini berisikan orang dewasa yang memiliki usia 30 sampai 60 tahun. Jika sudah menikah, maka mereka akan diapit oleh orang tua, anak, cucu, atau kakek dan nenek (jika masih ada). Mereka yang berada di kondisi ini harus menanggung kebutuhan hidup dari generasi yang lebih banyak.

3. Open Face Sandwich Generation
Sedangkan untuk tipe ini, biasanya mereka akan berisikan siapa saja yang terlibat dalam perawatan orang tua, tetapi bukan secara profesional seperti petugas panti jompo.

Editor : Baskoro Septiadi
#Beban Berat Sandwich Generation #Pengertian Sandwich Generation #Anak Muda Sandwich Generation #Topik Sandwich Generation #Menjadi Sandwich Generation