RADARSEMARANG.ID - Konten kreator asal Indonesia, Pandawara Grup merupakan sekelompok anak muda peduli lingkungan yang berhasil menciptakan animo positif di masyarakat terkait konten mereka.
Hal positifnya, trend peduli lingkungan mendapat traffic yang lumayan besar di ranah sosial media.
Banyak orang-orang yang mengikuti trend positif ini dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih untuk keberlangsungan bumi.
Kancah Pandawara Grup semakin membesar kini setelah konten-konten mereka juga viral di berbagai negara sekitar.
Lewat program Creator Contribution, Pandawara Grup akan membantu menyebarkan trend positif dan melakukan aksi bersih-bersih di berbagai negara ASEAN.
Kampanye ini berfokus pada isu lingkungan, cangkupan kampanye ini meliputi seluruh negara yang berada di Asia Tenggara.
Nantinya, Pandawara akan bekerjasama dengan berbagai kelompok dari tiap negara yang terinspirasi atas kegiatan-kegiatan yang Pandawara lakukan.
Di forum tersebut juga akan dilakukan brainstorming tentang solusi permasalahan lingkungan dan enviromental serta sharing berbagai teknis pembersihan yang dilakukan di sungai dan pantai.
Serta terjun langsung untuk melakukan aksi nyata membersihkan lingkungan yang terdampak oleh polusi sampah.
Setelah sukses menjadikan Vietnam sebagai titik awal target perjalanan mereka dalam kampanye kebersihan yanh mereka lakukan.
Kini giliran Negeri Jiran, Malaysia yang mendapat giliran untuk didatangi anak-anak muda asal Indonesia tersebut.
Di Malaysia, para personil Pandawara Grup ini bersinergi dengan para pemuda dan konten kreator pecinta lingkungan disana.
Baca Juga: Lentari Van Lorraine, Selebram Artificial Intelligence Pertama di Indonesia
Yang juga tergabung dalam sebuah grup bernama LoKoho Punoh, komunitas konten kreator serupa Pandawara yang berbasis di Malaysia.
Pandawara dan LoKoho Punoh membersihkan pantai bernama Pantai Batu Rakit yang berada di Kuala Terengganu, Malaysia
Selain menyebarkan pesan peduli lingkungan, Pandawara Group juga menyematkan pesan perdamaian antar negara Indonesia dan Malaysia.
Editor : Baskoro Septiadi