RADARSEMARANG.ID - Pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia ini mempertemukan dua negara Asia Tenggara yakni Indonesia dan Vietnam.
Pasukan Garuda akan menjamu tim Golden Star Warriors pada jam 20.30 WIB di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.
Kedua timnas yang memang sudah menjadi rival dalam kancah persepakbolaan Asia Tenggara ini akan bertanding untuk menentukan siapa yang berhak lolos ke tahap selanjutnya untuk melanjutkan langkahnya dalam kualifikasi Piala Dunia 2026.
Sebelumnya, Do Duy Manh, pemain Timnas Vietnam menyatakan pernyataan yang terkesan provokatif terhadap Timnas Indonesia.
" Kadang-kadang kami bercanda, tidak tahu apakah kami akan bermain melawan Timnas Belanda atau Timnas Indonesia, tetapi kami di Vietnam juga memiliki pemain berkualitas" ujarnya.
Rivalitas ini makin memanas ketika sehari sebelum pertandingan (20/3), Doan Van Hau, pemain Vietnam yang terkenal kasar seakan menyiram bensin kepada api yang terlanjur dinyalakan oleh Timnas Vietnam.
Doan mengatakan bahwa pemain naturalisasi membela Indonesia bukan karena kecintaannya pada Indonesia, namun dikarenakan kalah saing di negara asalnya.
"Kalau mereka cukup bagus, mereka akan bergabung dengan Timnas Belanda atau negara lain yang sepakbolanya maju, ketimbang Indonesia" ujar Doan dilansir @luarlapangan_id.
Komentar tersebut menggugah Sandy Walsh, salah satu pemain yang dinaturalisasi oleh Timnas Indonesia untuk membalas komentar pedas Doan Van Hau.
Bek sayap kanan Timnas Indonesia tersebut mengatakan bahwa kemungkinan Timnas Vietnam iri terhadap Timnas Indonesia dikarenakan dalam jajaran pemain mereka, tidak ada pemain yang bermain di lapangan Eropa.
Sandy Walsh juga menyatakan bahwa ia dan teman-teman keturunan merasa bangga memiliki darah dan passport Indonesia, ia merasa cukup beruntung memiliki rekan se-tim yang tampil di Eropa bersinergi dengan pemain lokal.
Saat berjalannya pertandingan (21/3) ada hal unik yang menghiasi pertandingan tersebut, jika dilihat dengan seksama pendukung Timnas Indonesia terlihat membuat korea berwarna merah-putih-biru.
Bendera tricolor tersebut merupakan bendera dari negara Belanda, yang ironisnya ditampilkan dalam koreo yang dilakukan di Stadion Bung Karno.
Stadion yang juga merupakan simbol spirit perjuangan memperjuangkan kemerdekaan bangsa melawan penjajahan Belanda-Jepang pada era kolonialisme.
Banyak yang menyayangkan koreo dari para pendukung Timnas Indonesia tersebut, mereka beranggapan bahwa hal tersebut menginjak-injak harga diri bangsa Indonesia yang sudah merdeka.
Netizen yang menyayangkan tindakan tersebut mengungkapkan keresahannya dalam cuitan-cuitan komentar dalam video koreografi yang beredar di aplikasi X.
Seperti akun @andreribrahim yang berkomentar "wkwkw timnas belanda wannabe" dan akun @afissyp yang bercuit "mbah buyut lu berjuang tapi lu sia siain. dulu pemudanya ngerobek warna biru sekarang rame-rame bikin koreo biru".
Tak sedikit pula netizen yang menanggapi bercanda koreografi yang dilakukan oleh pendukung Timnas Indonesia tersebut ingin membangkitkan kejayaan sepakbola yang pernah diraih Timnas Indonesia, yang saat itu masih bernama Hindia Belanda pada tahun 1938.
Tapi ada juga yang membela koreografi timnas tersebut dengan mengatakan alasan pembuatan koreo tersebut dilatarbelakangi oleh pembalasan celotehan para pemain Vietnam yang menyinggung siapa yang akan mereka lawan, Belanda atau Indonesia.
Editor : Baskoro Septiadi