RADARSEMARANG.ID - Konflik di Palestina yang hingga kini belum menemui titik terang, serta bukti-bukti kejahatan perang yang dilakukan Israel.
Membuat banyak pihak mengutuk dan memboikot segala hal yang terbukti terafiliasi membantu dan mendanai pemerintahan Israel.
Boikot besar-besaran juga terjadi di seluruh belahan dunia, cara ini efektif dilakukan karena dengan aksi boikot, perusahaan-perusahaan terafiliasi akan merasa pasarnya berkurang, bahkan di beberapa kasus sampai memutus hubungan dengan Israel.
Hal ini pun tentu menguntungkan, karena dengan pemboikotan berjalan, dana yang masuk ke kantong Israel untuk melancarkan serangannya akan semakin berkurang.
Pemboikotan juga sebagai salah satu upaya solidaritas warga dunia dalam memerdekakan Palestina.
Hal ini tidak hanya terjadi di ranah dunia marketing produk, tapi juga di dunia entertainment dan konser-konser yang terafiliasi dengan Israel.
Para selebritis dan public figure juga makin terang-terangan menunjukkan dukungannya kepada kemerdekaan Palestina.
Baru-baru ini, Band Indie-pop asal Jakarta, Indonesia yakni Reality Club mengundurkan diri dari event SXSW, event musik dan film bergengsi yang rencananya akan dilaksanakan di Austin, Texas, Amerika Serikat.
SXSW (South By Southwest) adalah event tahunan yang akan diselengarakan pad tanggal 8 sampai 16 Maret 2024, dan Reality Club yang dimotori oleh Fathia Izzati, Faiz Nova dan Iqbal Anggakusumah, Era Patigo dan Nugi Wicaksono.
Mereka menjadi salah satu line-up dalam show tersebut. Sayangnya, menurut @austinforpalestinecoalition, SXSW menjadi salah satu event yang disponsori oleh sponsorship Army dan Kontraktor Pertahanan Amerika Serikat.
Karena hal tersebut, banyak band-band yang juga menolak tampil di SXSW atas dasar kemanusiaan seperti Scowl, Sprints, The Slow Factory, Squirell Flower dan masih banyak lagi.
Dalam postingan Instagramnya, Reality Club memberikan alasan kenapa mereka mengundurkan diri dari acara tersebut.
Baca Juga: Mengenal Yahudi Torah, Sekelompok Orang Yahudi yang Getol Mendukung Kemerdekaan Palestina
" Tampil dalam acara SXSW merupakan impian kami sejak lama, bahkan sempat tertunda gara-gara merebaknya Covid-19 silam, 2024, kami berkesempatan untuk manggung di SXSW lagi, bahkan hingga tour di Amerika Utara, tapi kami juga menolak untuk berasosiasi dengan organisasi yang terlibat dalam kejahatan perang di Palestina" ujar @realityclub dalam bahasa Inggris.
Reality Club juga menyampaikan terimakasih dan pengertian masyarakat terutama fansnya, atas keputusan tersebut.
Editor : Baskoro Septiadi