RADARSEMARANG.ID - Kita tentu tak asing dengan tradisi menyambut natal dengan legenda tentang Sinterklas, sang tokoh baik yang memberi hadiah kepada anak-anak.
Kebalikannya, Krampus adalah sosok menyeramkan setengah iblis dan bertanduk seperti kambing yang selalu menjulurkan lidahnya yang panjang.
Ia akan mendatangi setiap anak-anak nakal dan tidak petuh kepada orang tua mereka untuk dibawa ke neraka.
Krampus memiliki dua rekan yang beraksi bersamanya, mereka bernama Belsnickle, seorang monster berbulu dan Knecht Rupert, atau dalam bahasa Indonesia disebut Ksatria Rupert.
Mereka bertugas menakut-nakuti dan memberi hukuman kepada anak-anak yang selama setahun ini tidak berdoa dan tidak berperilaku baik.
Krampus merupakan makhluk mitologi dan karakter cerita rakyat yang berasal dari pegunungan Alpen di Austria.
Menurut kepercayaan rakyat Austria, Krampus telah menjadi salah satu karakter yang selalu ada selama ratusan tahun dan terus melakukan hal yang sama, yakni menculik anak-anak nakal.
Berbanding terbalik dengan partner baiknya, Sinterklas. Krampus tidak datang dengan membawa hadiah, ia membawa sebuah rantai dan ranting untuk menghukum anak nakal yang ia datangi.
Dilansir National Geographic, kepopuleran Krampus turut dikembangkan oleh industri kartu pos yang mengalami kejayaan di Jerman dan Austria pada tahun 1980-an.
Berbeda dengan kartu natal yang terkesan hangat dan menyenangkan, beberapa kartu natal bergambarkan sosok mengerikan ini dengan tulisan "Gruss vom Krampus" atau yang jika diartikan berarti Salam dari Krampus.
Beberapa gambar tersebut menunjukkan monster Krampus yang sedang menghukum anak-anak dengan seikat batang pohon birch.
Di lain waktu, Krampus digambarkan sebagai monster wanita bertubuh besar yang membawa dan mencambuk anak-anak lelaki kecil didalam tasnya.
Di masa sekarang, Krampus seringkali divisualkan sebagai 'Bad Santa' yang pada perkembangannya merupakan asimilasi dari kebudayaan masyarakat Amerika Serikat.
Baca Juga: Mengenang 43 Tahun Pembunuhan Musisi Legendaris John Lennon: Bukti Obsesi adalah Hal Berbahaya
Di beberapa daerah di Eropa, mereka masih merayakan Natal dengan kehadiran Krampus.
Contohnya, di beberapa negara seperti Jerman, Hungaria, Slovenia dan Republik Ceko. Di hari-hari menjelang Natal, mereka akan mendandani seseorang yang mabuk dengan menyeramkan.
Acara ini disebut Krampuslauf atau Krampus run dan diselenggarakan di jalan raya yang ramai, jadi saat acara berlangsung si Krampus ini akan mengejar orang-orang yang berada di daerah tersebut.
Editor : Baskoro Septiadi