RADARSEMARANG.ID – Baru-baru ini, Jungkook BTS diwawancarai secara khusus oleh Apple Music, yang dipandu DJ Zane Lowe, direktur kreatif global untuk Apple Music, di HYBE Headquarters, distrik Yongsan, Seoul, Korea Selatan.
Dalam interview yang diunggah di kanal YouTube Apple Music, pada Jumat (10/11/2023), pentolan BTS yang punya julukan 'Golden-maknae' itu menceritakan suka-duka awal dirinya sebagai member termuda saat bergabung dengan grup BTS, proses rekaman album solo perdananya ‘Golden’, wacana reuni BTS, koneksinya dengan ARMY, dan masih banyak lagi.
Simak ringkasan interviewnya, berikut ini:
- Hubungan pertemanan Jungkook dengan sesama member BTS
“Saya rasa, saya memiliki keistimewaan menjadi anggota termuda. Saya banyak dibantu oleh mereka, baik itu dengan sepengetahuan saya atau tidak. Mereka, orang-orang baik. Saya banyak belajar dari mereka, dan membuat saya berkembang hingga menjadi saya yang sekarang.”
- Performa BTS di awal karier
“Ah... Itu sudah lebih dari 10 tahun. Tapi menurut saya, kami tidak sekeren itu. Tentu saja member yang lain, sangat keren di mata saya. Tapi sejujurnya, saya masih belum bisa menonton footage awal debut kami atau bahkan beberapa tahun sesudahnya, karena itu membuat saya ngeri dan malu,” ujar Jungkook sambil tersenyum malu, mengenang awal kariernya ketika bergabung BTS.
“Saya berpikir, seandainya saat itu saya bisa lebih menampilkan emosi (ekspresi) seperti emosi yang saya miliki saat ini, bagaimana jadinya?” lanjut Jungkook.
“Kalian masih muda, tentu saja masih proses belajar,” timpal Lowe.
“Tentu. Jika kami tidak memiliki masa-masa (belum keren) itu, apakah akan ada BTS yang sekarang? (Dulu) vibe kami masih ‘mentah’. Kami bertujuh sama-sama memiliki kekurangan, tapi kami bekerja sama mewujudkan itu semua. Saya rasa, kami bisa terus ada hingga saat ini, karena adanya hari-hari itu, di mana kami sama-sama berjuang,” tutur Jungkook merendah.
- Keputusan Jungkook bersolo karier
“Tiga rapper: RM, Sugar, J-Hope adalah member-member yang paling mempengaruhiku. Sejak debut solo, mereka benar-benar fokus pada karier mereka. Para member vokalis lainnya juga terinspirasi dari mereka. Ada banyak lagu cover, lagu penggemar, dan lagu liburan. Menonton semua itu, secara alami saya jadi ingin membuat karya solo saya sendiri.”
Jungkook mencontohkan, saat single Seven belum dibuat, pada awalnya ia tidak memiliki rencana spesifik apapun. Akan tetapi, ketika mencoba mendengarkan sepotong (sampel lagunya), ia merasa harus berkreasi mengerjakan lagu tersebut.
- Jungkook merasa lebih tertekan ketika berkolaborasi dengan artis lain
Lowe menanyakan pada Jungkook perihal perasaannnya ketika berkolaborasi dalam lagu “Too Much” yang dibawakan artis Kid Laroi bersama Central Cee.
Jungkook mengatakan bahwa dirinya enjoy mengerjakan karier solonya, dan juga senang berkolaborasi dengan artis lain. Akan tetapi, bicara perkara ‘tertekan’, Jungkook merasa lebih tertekan ketika berkolaborasi dengan artis lain.
Hal ini disebabkan ‘Too Much’ bukan karya murni miliknya sendiri, maka ia harus sungguh-sungguh mengerjakan bagiannya, dan tak ingin karya orang lain hancur gara-gara dirinya.
- Nuansa Cinta di lirik lagu album GOLDEN
Dari single Seven sampai album ‘Golden’, tidak ada satupun lagu yang berdasarkan kisah pribadi Jungkook. Semua lagu-lagu dalam album Golden, liriknya bercerita tentang cinta, karena menurutnya, cinta adalah perasaan paling universal.
Jungkook ingin seluruh lagu dalam albumnya bertemakan cinta, sehingga penggemar dapat melihat tracklist keseluruhannya seperti satu kesatuan ‘rangkaian cinta’.
Di usianya yang masih muda sekarang, ia merasa inilah momen yang tepat untuk menyanyikan lagu-lagu bernuansa cinta, karena itulah ia serius memperhatikan lirik lagunya.
- Hal paling favorit saat rekaman album Golden
“Ada banyak kisah di balik proses rekaman album Golden. List lagu-lagunya memiliki genre bervariasi, yang kemudian diterjemahkan juga ke dalam bahasa Inggris”.
Jungkook menjelaskan bahwa proses rekaman lagu-lagunya dilakukan di luar negeri, didampingi produser asing. Setiap kali menyelesaikan sebuah lagu, ia merasa itu sebuah prestasi luar biasa.
- Hal yang dirasakan saat berinteraksi dengan penonton di atas panggung
“Perasaan itu sulit dilukiskan dalam kata-kata. Rasanya seperti menggabungkan seluruh kata-kata yang bagus menjadi satu. Seperti surgakah? Entahlah. Intinya, sangat sangat sangat luar biasa.”
Jungkook mengatakan, dirinya sangat senang menyanyi di space yang luas di mana penonton bersorak menyemangatinya. Itu membuatnya merinding dan bahagia.
- Kepribadian Jungkook ketika di atas panggung dan di kesehariannya
Lowe bertanya pada Jungkook, apakah ia merasa bukan dirinya sendiri, ketika berada di atas panggung?
Jungkook menjawab, “Tidak sama sekali. Saya tidak memisahkan (membedakan kepribadian). Saya hanya ada satu. Tidak ada bedanya saya di panggung, dengan saya yang sekarang di sini.”
Ketika usianya lebih muda, Jungkook mengaku bahwa dirinya sedikit pemberontak, ingin menjadi sosok yang berbeda. Akan tetapi ia tidak melakukan itu. Ia menerima dirinya dan mengakui apa yang perlu untuk diakui sebagaimana adanya.
- Lagu paling favorit dalam album Golden
Standing Next to You, menjadi lagu yang paling difavoritkan oleh Jungkook dalam album Golden.
“Bukan hanya karena lagunya yang bagus, tapi ketika saya mendengarkan lagunya, saya bisa merasakan diri saya sendiri seolah sedang berada di atas panggung membawakan lagu itu. Jadi itu adalah track paling spesial di hati saya. Dan proses rekamannya sendiri sangat sulit,” terang Jungkook.
- Lagu dalam album Golden yang akan paling mengejutkan sesama member BTS, menurut Jungkook
“Mungkin Standing Next to You juga. Tapi saya akan meminta mereka untuk tidak mendengarkannya lewat earphone atau smartphone, melainkan lewat loud speaker.”
- Koneksi dengan ARMY
Seperti diketahui, ARMY (Adorable Representative M.C. for Youth), adalah julukan untuk penggemar BTS. Jika ARMY dianalogikan 'tentara militer', maka BTS adalah 'baju besi anti peluru', yang berarti keduanya akan selalu selaras bersama-sama.
“Ada pepatah Korea, ‘Ikuti temanmu ke Gangnam’. Tapi antara BTS dan ARMY, saya tidak tahu, ‘Siapa mengikuti siapa’. Mungkin BTS mengikuti ARMY, atau ARMY yang mengikuti BTS. Ada ikatan spesial antara satu dengan yang lainnya,” kata Jungkook.
Jungkook ingin menjadi dirinya sendiri yang otentik dan bisa memiliki kesempatan untuk berbincang yang menyenangkan dengan ARMY.
- Wacana Reuni BTS di Tahun 2025
“Sebagai artis solo dan menjadi musisi solo, ada momen di mana saya rindu teman-teman BTS lain. Ketika di ruang tunggu, tampil seorang diri di panggung, atau makan dengan staf, saya jelas merasakan ketidakhadiran mereka,” ungkap Jungkook.
Jungkook mengatakan bahwa meski 2025 terasa masih lama, akan tetapi ia tidak khawatir akan hal itu. Ia yakin sinergi BTS di 2025 akan spektakuler.
- Hal yang paling membanggakan bagi Jungkook dan BTS
“Prioritas utamanya bukan tentang diriku, bukan keluargaku, bukan member BTS, melainkan ARMY,” ujar Jungkook.
Menurut Jungkook, sebagai Jungkook yang membawa nama BTS, ia ingin melakukan banyak hal bersama ARMY, bukan hanya sekadar mencapai goals atau prestasi.
Berkat ARMY, dirinya bisa menciptakan dan berkreasi. Ia menikmati semua itu dan menganggapnya sebagai sebuah prestasi. (*/bas)
Editor : Baskoro Septiadi