RADARSEMARANG.ID, Cardano merupakan salah satu platform smart contract Proof-of-Stake (PoS) generasi ketiga yang paling unik di ekosistem kripto.
Blockchain ini menjadi yang pertama dikembangkan melalui proses tinjauan ketat oleh sekelompok insinyur dan ahli kriptografi, menjadikannya evolusi dari Bitcoin (generasi pertama) dan Ethereum (generasi kedua).
Inspirasi Nama Cardano dan ADA
Nama Cardano diambil dari Gerolamo Cardano, seorang ahli matematika era Renaisans.
Baca Juga: Mempelajari Pengaruh Renaissance dalam Arsitektur Indonesia dengan Outdoor Learning
Sementara token asli jaringannya, ADA, terinspirasi dari Ada Lovelace, matematikawan abad ke-19 yang dikenal sebagai programmer komputer pertama di dunia.
Masalah yang Dipecahkan Cardano
Cardano hadir untuk mengatasi berbagai tantangan utama blockchain, antara lain: Keamanan jaringan yang rentan dan penyatuan lapisan komputasi dan akuntansi.
Baca Juga: Harga Tanah Rp30 M, Biaya Perantara Dilaporkan Rp47 M, Ahli Akuntansi Ungkap Indikasi Fraud
Mekanisme governance (pemungutan suara) yang sering menyebabkan kemacetan transaksi.
Platform ini memanfaatkan pendekatan matematis dan ilmiah untuk menghadirkan keamanan anti-peretasan, pemisahan lapisan komputasi dengan akuntansi, serta sistem voting berskala besar tanpa mengganggu performa jaringan.
Fokus Utama: Riset Akademis
Yang membedakan Cardano adalah filosofi “riset didewakan”.
Sebelum menerapkan teknologi baru, tim menyusun kerangka kerja berbasis penelitian yang kemudian ditinjau oleh pakar dari berbagai bidang, termasuk filsafat, sosiologi, psikologi, dan game theory.
Pendekatan ini menghasilkan lebih dari 90 whitepaper — jumlah terbanyak di antara proyek blockchain.
Baca Juga: Mengapa Perusahaan Tradisional Rambah Dunia Kripto dan Blockchain?
Tantangan dan Kritik
Meski kuat dari sisi akademis, pendekatan perfeksionis Cardano sering menjadi bumerang.
Didirikan pada 2017, Cardano baru meluncurkan smart contract pada September 2021.
Dalam periode tersebut, Ethereum sudah mendominasi pasar smart contract, dan Solana (yang lebih muda) berhasil menyalip dalam hal kecepatan pengembangan ekosistem.
Baca Juga: ASN di Lingkungan Pemda Jateng diminta untuk tidak alergi terhadap kritik dan komplain warga
Kritik utama lainnya:
- Proses pengembangan yang sangat lambat.
- Pangsa pasar yang lebih kecil dibanding kompetitor.
- Kurang menarik bagi investor ventura yang menyukai kecepatan.
- Fokus riset kadang membuat ekosistem lambat berkembang.
Tokoh dan Organisasi di Balik Cardano
a. Charles Hoskinson
Co-founder Cardano dan salah satu pendiri awal Ethereum. Ia mendirikan Cardano setelah perbedaan visi dengan Vitalik Buterin mengenai model bisnis Ethereum.
b. Cardano Foundation
Lembaga nirlaba di Zug, Swiss yang bertugas menstandardisasi, melindungi, dan mempromosikan teknologi Cardano serta menjalin kerja sama dengan pemerintah dan regulator.
Baca Juga: Ansor Salatiga Panaskan Mesin Organisasi Lewat Turnamen Sepak Bola Antar-PAC
c. IOHK (Input Output Hong Kong)
Perusahaan riset dan pengembangan blockchain yang didirikan Hoskinson dan Jeremy Wood.
Fokusnya adalah menciptakan solusi inklusi finansial melalui riset bersama universitas ternama.
d. Emurgo
Perusahaan blockchain asal Jepang yang bertugas mengembangkan ekosistem bisnis dan adopsi nyata Cardano.
Kekuatan Cardano
- Blockchain paling banyak diriset dan berbasis data ilmiah (julukan “koin profesor”).
- Smart contract yang lebih toleran terhadap kesalahan.
- Token native dan token lain di jaringan memiliki tingkat keamanan setara (disebut “token kelas atas”).
- Fokus pada negara berkembang untuk identitas digital, voting transparan, akses keuangan, dan program sosial.
- Kemitraan nyata: Pemerintah Ethiopia (identitas siswa), Veritree (reforestasi), DISH Network, dan proyek NFT Rival.
Baca Juga: Siapa Pesaing Terberat Honda Supra X 125 di 2026? Ini Rival Abadinya!
Tokenomics ADA
ADA adalah token utilitas utama Cardano yang digunakan untuk transaksi dan staking.
Total suplai maksimal dibatasi hanya 45 miliar ADA.
Saat ini sekitar 25,92 miliar sudah beredar dari penjualan awal, sisanya akan dirilis secara bertahap melalui mekanisme staking.
Harga ADA saat ini masih sangat dipengaruhi spekulasi karena jaringan masih dalam tahap pengembangan aktif.
Cardano menawarkan visi jangka panjang yang kuat dengan fondasi akademis dan keamanan tinggi, serta misi sosial yang jelas.
Namun, di industri yang bergerak cepat, kecepatan eksekusi dan pembangunan ekosistem tetap menjadi tantangan besar.
Bagi investor dan penggemar kripto, Cardano tetap menjadi proyek menarik yang patut dicermati perkembangannya di masa depan. (tas)
Editor : Tasropi