Loyo! Gejolak Pasar Kripto Belum Menunjukkan Performa Terbaiknya, Meski Bitcoin Sempat Tembus 65 Ribu Dollar

Tasropi • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 09:54 WIB
Ilustrasi Bitcoin
Ilustrasi Bitcoin

 

RADARSEMARANG.ID, Pasar kripto kembali menunjukkan sikap lesu di tengah gejolak yang belum kunjung mereda.

Meskipun Bitcoin sempat menembus level USD 65.000 dalam beberapa pekan terakhir, performa keseluruhan aset digital masih jauh dari harapan investor, dengan volatilitas tinggi dan tren sideways yang mendominasi. 

Pada perdagangan terbaru, Bitcoin berada di kisaran USD 64.000–65.000 setelah sempat menyentuh atas USD 66.000.

Baca Juga: Performa Ethereum Menggila, Salip Bitcoin di Tengah Pemulihan Pasar

Harga ini masih jauh di bawah puncak sepanjang masa yang pernah dicapai pada 2025, di mana BTC sempat menyentuh lebih dari USD 120.000 sebelum mengalami koreksi tajam. 

Analis pasar kripto menilai momentum pemulihan masih lemah.

“Pasar saat ini sedang dalam fase akumulasi yang panjang. Meski Bitcoin berhasil reclaim USD 65.000, volume dan sentimen belum cukup kuat untuk mendorong rally berkelanjutan. Banyak investor institusi masih wait and see,” ujar seorang analis dari Fundstrat, Sean Farrell, yang memproyeksikan konsolidasi di kisaran USD 60.000–65.000 untuk paruh pertama 2026. 

Baca Juga: Jangan Kaget! 4 Pertanyaan Sensitif Sensus Ekonomi 2026 Ini Paling Sering Ditolak Warga

Senada dengan itu, ekonom kripto Youwei Yang dari Bit Mining menekankan potensi volatilitas tinggi sepanjang tahun.

“2026 bisa menjadi tahun yang kuat untuk Bitcoin didukung potensi pemotongan suku bunga dan regulasi yang lebih ramah, tetapi volatilitas akan tetap menjadi ciri utama. Kisaran harga yang lebar masih mungkin terjadi,” katanya. 

Faktor makroekonomi global seperti kebijakan suku bunga The Fed, inflasi, dan ketegangan geopolitik turut membebani pergerakan kripto. Beberapa analis mencatat bahwa meski ada sinyal oversold, tekanan jual dari holder jangka panjang dan outflow ETF masih membayangi.

“Volatilitas Bitcoin memang cenderung menurun dalam jangka panjang seiring maturasi pasar, tapi saat ini kita masih melihat compressed volatility yang sewaktu-waktu bisa meledak. Pasar belum menunjukkan performa terbaiknya karena belum ada katalis besar baru,” tambah Carol Alexander, profesor keuangan dari University of Sussex, yang memprediksi Bitcoin bergerak di rentang USD 75.000–150.000 sepanjang 2026 dengan volatilitas tinggi. 

Sementara itu, altcoin mayoritas ikut tertekan, dengan Ethereum masih berkutat di bawah USD 2.000. Total market cap kripto global pun gagal mempertahankan momentum bullish meski sempat rebound singkat.

Investor disarankan untuk tetap waspada dan diversifikasi. 

Para ahli sepakat bahwa meski jangka panjang prospek kripto tetap cerah, kondisi saat ini menuntut kesabaran karena gejolak belum menunjukkan tanda-tanda mereda menuju performa optimal.

Pantau terus perkembangan pasar, karena satu katalis positif saja berpotensi mengubah sentimen secara dramatis di pasar yang penuh ketidakpastian ini.(tas)

Editor : Tasropi
ekonom kripto aset digital pasar kripto