Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Harga Cabai Rawit Tembus Rp 86 Ribu, Warga Serbu GPM Tebus Capai Rp 1.447 Pakai QRIS

Khafifah Arini Putri • Rabu, 11 Maret 2026 | 17:32 WIB

Salah satu warga membeli cabai dengan harga murah di Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan BI Jateng bersama Pemkot Semarang, di Balai Kota Semarang, Rabu (11/3).
Salah satu warga membeli cabai dengan harga murah di Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan BI Jateng bersama Pemkot Semarang, di Balai Kota Semarang, Rabu (11/3).

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Harga bahan pokok menjelang Lebaran mengalami lonjakan. Diantaranya minyak dan cabai rawit merah.

Kini harga di pasaran untuk cabai rawit merah tembus diangka Rp 80 ribu per kilogram. Sementara cabai keriting sekitar Rp 35 ribu per kilogram.

Salah satu pedagang cabai, Ragil mengaku harga cabai tinggi ini sudah berlangsung lama, sejak awal tahun. Menurutnya kondisi cuaca yang buruk membuat petani gagal panen, karena itu produksi cabai menurun.

"Rawit merah jualnya Rp 80 ribu per kilogram. Kalau dijual lagi bisa sampai Rp 86 ribu per kilogram. Karena cuaca buruk jadi petani gagal panen," ujar salah satu pedagang cabai, Ragil.

Tak hanya pedagang, masyarakat pun mengeluh. Penghasilan pas-pasan tapi kebutuhan terus meningkat. Mereka pun harus putar otak agar rumah tangga tetap ngebul.

Salah satunya Purwanti. Warga Semarang ini datang ke Gerakan Pangan Murah (GPM) di Balai Kota Semarang. Ia membeli gula pasir dan minyak goreng.

"Ke pasar murah beli gula pasir dan minyak goreng karena harganya agak miring. Kalau di pasar gulanya Rp 18.000/kg kalau di sini Rp 17.000/lkg. Minyak juga lebih murah di sini Rp 31.000/liter di pasar bisa Rp 34.000/liter," ungkapnya.

Ia pun merasa senang dengan adanya GPM yang dilaksanakan Bank Indonesia Jateng bekerja sama dengan Pemkot Semarang. Menariknya, salah satu stan bahkan menjual cabai dengan harga murah. Cukup membayar Rp 1.447 menggunakan QRIS, warga bisa membawa pulang cabai rawit merah sekitar 200 gram.

"Lumayan harga cabai kan mahal, di sini cuma Rp 1000 sudah bisa bawa pulang cabai," ujar salah satu warga Semarang, Ana.

Kepala Perwakilan BI Jawa Tengah M Noor Nugroho mengatakan, komoditas cabai memang kerap menjadi pemicu inflasi, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri. Karena itu pihaknya fokus mengendaliakan harga bahan pokok melalui GPM dengan menggandeng Pemkot Semarang hingga Pemprov Jateng. Noor menyebut sebelumnya GPM telah dilaksanakan serantak di 31 kabupaten/kota di Provinsi JawaTengah. Kemudian kini GPM dilaksanakan kembali serentak di 177 kelurahan di Kota Semarang, Rabu (11/3).

Ia menyebut saat ini harga cabai rawit merah naik, awalnya Rp 76.000/kg kini menjadi Rp 86.000/kg. Sementara cabai merah besar juga mengalami kenaikan dari Rp 33.000/kg menjadi Rp 35.000/kg.

"Cabai rawit merah, bawang merah, bawang putih, beras, telur ayam, dan daging ayam ras itu biasanya menjadi pemicu atau mendorong inflasi naik menjelang Idulfitri," kata Noor.

Menurutnya, saat ini harga cabai merah masih tergolong tinggi di pasaran. Sebab itu, BI menghadirkan program untuk tebus murah cabaiagar masyarakat bisa memperoleh harga lebih terjangkau sekaligus membantu menekan inflasi.

Selain menekan harga cabai, program tersebut juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat agar mulai beralih ke sistem pembayaran digital. Pihaknya pun beraharp melalui GPM ini harga bapok menjadi stabil.

“Di situ kita coba dorong masyarakat untuk lebih banyak menggunakan pembayaran sifatnya non tunai ya, digital,” tandasnya. (kap)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#harga cabai #Gerakan Pangan Murah #bahan pokok #KOTA SEMARANG #BI Jateng #cabai rawit merah