RADARSEMARANG.ID — Pemerintah sedang menyusun tiga bantuan langsung tunai (BLT) untuk menggantikan tiga bantuan sosial (bansos) yang akan dihapus di akhir tahun 2025.
Tiga bansos yang akan dihentikan adalah bansos stunting, bantuan Intervensi Pengendalian Kerawanan Pangan (IPKP), dan bantuan beras 10 kg.
Meskipun ada tiga bansos yang dihapus, keluarga penerima manfaat (KPM) tidak perlu khawatir karena pemerintah juga telah menyiapkan tiga bantuan pengganti.
Hal ini cukup menggembirakan, dan semua KPM berharap ketiga bantuan tersebut benar-benar akan diberikan.
1. BLT subsidi gas LPG 3 kg
Yang pertama adalah BLT subsidi gas LPG 3 kg.
Bantuan ini rencananya akan diberikan sebesar Rp100.000 sampai Rp300.000 di awal tahun 2026.
Selanjutnya, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) akan diganti dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Karena itu, KPM lebih baik menunggu informasi lebih lanjut terkait penyaluran BLT subsidi gas LPG 3 kg.
Bantuan ini masih dalam proses finalisasi dan penyalurannya akan bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
2. BLT subsidi BBM
Bantuan kedua adalah BLT subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM), yang bertujuan untuk mengurangi subsidi BBM yang tidak tepat sasaran.
Di ketahui, masih banyak warga yang mampu tetap menggunakan BBM bersubsidi seperti solar dan Pertalite.
Jadwal, Pendaftaran, Lowongan Kerja Petugas Haji 2026: Formasi Tenaga Kesehatan.Baca Juga: Jadwal, Pendaftaran, Lowongan Kerja Petugas Haji 2026: Formasi Tenaga Kesehatan
Oleh karena itu, di Rancangan APBN terdapat rencana subsidi dapat digantikan dengan BLT tunai, termasuk BLT BBM.
Namun, sampai saat ini belum ada informasi terkait besaran nilai bantuan BLT BBM.
Sebelumnya, besaran bantuan adalah Rp300.000 per KPM. KPM harus berdoa agar penerima manfaat BLT BBM berasal dari DTSEN.
3. BLT subsidi gas listrik PLN
Bantuan ketiga adalah BLT subsidi listrik PLN.
Sebelumnya, PLN memberikan subsidi besar kepada masyarakat agar biaya listrik lebih terjangkau.
Kali ini, subsidi listrik akan diberikan dalam bentuk uang tunai.
Namun, belum ada informasi jelas terkait jumlah bantuan yang akan diberikan. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi