RADARSEMARANG.ID — Menteri Komunikasi dan Digital /Menkomdigi Meutya Hafid mengecek kesiapan Layanan Pos Universal (LPU) di Kantor Pos Cabang Pembantu Blahkiuh, Abiansemal, Badung, Bali.
Pengecekan ini untuk memastikan kesiapan 2.400 kantor pos LPU se-Indonesia dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat/ BLT Kesra.
Meutya mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto menginginkan agar BLT Kesra segera didistribusikan.
Adapun, total target penerima manfaat mencapai 35 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hingga 20 November.
Dari jumlah tersebut, penyaluran melalui kantor pos ditargetkan sebanyak 17 juta KPM.
“Alhamdulillah, Pak Haris mengatakan bahwa seluruh kantor pos se-Indonesia sudah siap. Insyaallah, yang ditargetkan kepada kantor pos sebanyak 17 juta KPM,” beber Meutya Hafid saat meninjau kantor pos di Abiansemal (2/11/2025).
Meutya Hafid memastikan kantor pos telah siap secara infrastruktur maupun sumber daya manusia (SDM) untuk melayani penyaluran bansos tersebut.
Ia mengeklaim tahap pertama penyaluran BLT yang dilakukan pada 27 Oktober lalu berjalan dengan baik.
“Tahap pertama juga sudah dilakukan tanggal 27 Oktober dengan jumlah 650 ribu KPM dan alhamdulillah berjalan dengan baik dan lancar,” jelasnya.
Pemerintah menargetkan penyaluran bansos BLT ini dapat efektif mulai Oktober hingga Desember 2025 sebagai tambahan dari BLT reguler Kemensos.
Peningkatan jumlah penerima manfaat menjadi 35 juta KPM atas instruksi Presiden Prabowo mengharuskan adanya persiapan infrastruktur yang matang.
Meutya Hafid juga mengatakan kesiapan Kantor Pos LPU seperti di Blahkiuh memiliki peran krusial karena menjadi kaki tangan pemerintah dalam menjangkau masyarakat hingga ke pelosok.
Selain melibatkan PT Pos Indonesia, pencairan BLT Kesra juga dapat dilakukan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
BLT Kesra merupakan program pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Rincian Daerah Yang Sudah Cair Bansos PKH, BPNT Tahap 4 2025
Program ini bertujuan memperkuat ekonomi rakyat dan membuka lapangan kerja baru melalui delapan program akselerasi ekonomi tahun 2025.
Meutya menegaskan pentingnya optimalisasi LPU dalam mendistribusikan bantuan secara merata.
Ia juga mendorong PT Pos Indonesia untuk berinovasi jika masyarakat mengalami kesulitan mengakses BLT.
“Kalau nanti masyarakatnya satu-dua hal tidak bisa hadir, PT Pos akan memberikan BLT langsung ke depan pintu rumah penerima manfaat,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Direktur Utama PT Pos Indonesia, Haris, menyampaikan pihaknya telah menyiapkan sistem pengantaran langsung bagi masyarakat yang tidak dapat datang ke kantor pos.
Layanan ini difokuskan untuk warga lanjut usia dan penerima yang tengah sakit.
“Kalau orangnya tidak bisa ke sini, kami selalu antar langsung ke rumah. Kami pastikan semua masyarakat yang berhak tetap menerima bantuannya,” terang Haris (04/11).
Dengan kesiapan jaringan LPU di seluruh Indonesia, pemerintah optimistis penyaluran BLT Kesra akan berjalan lancar dan tepat sasaran.
Program ini diharapkan menjadi dorongan nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi