Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kini Berwisata ke Blado Batang Bisa Juga Menikmati Kue Kopi

Lutfi Hanafi • Rabu, 15 November 2023 | 02:44 WIB

 

PELATIHAN – Remaja putri dan ibu-ibu di Blado Kabupaten Batang, saat berlatih membuat aneka kue dengan bahan baku kopi, yang diisiasi oleh KPw B Tegal.
PELATIHAN – Remaja putri dan ibu-ibu di Blado Kabupaten Batang, saat berlatih membuat aneka kue dengan bahan baku kopi, yang diisiasi oleh KPw B Tegal.

RADARSEMARANG.ID, BATANG – Berwsiata alam di Kecamatan Blado di Kabupaten Batang Jawa Tengah tidak lengkap jika tidak enikmati kopi.

Saat berkunjung ke daerah ini, dipastikan akan banyak dijumpai belasan Coffe shop dengan sajian kopi berkelas.

Namun dalam waktu dekat, tidak hanya kopi saja yang bisa dinikmati wisatawan, kini juga bisa mencicipi aneka kue berbahan kopi produk warga setempat.

Baca Juga: Tergiur Upah Rp 1 Juta, Wanita di Semarang Nekat Selundupkan Ratusan Pil Koplo ke Lapas Kedungpane

Baca Juga: Unissula Tergetkan Punya 100 Guru Besar Pada 2027

“Warga kami terutama remaja putri dan istri petani kopi, diajari membuat brownies kukus tepung mocaf dan gluten free chocolate chip cookies dengan bahan kopi,” ucap Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Argo Lestari, Wasturi kepada Radar Semarang, Selasa (14/11).

Pelatihan kreasi olahan pangan berbahan kopi ini sebut Wasturi, digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal dan diikuti oleh sekitar 30 orang.

Mereka rata-rata aktif di kawasan agrowisata kopi di Desa Bawang Kecamatan Blado.

“Nantinya dikembangkan unit usaha produk pangan dari kopi. Sehingga pengnjung selain menikmati minuman kopi, juga ditawari makanan dari kopi,” serunya.

Diungkapkan lebih lanjut, dulu warga setempat Sebagian besar adalah petani cengkeh.

Namun pada tahun 2017 mengalami kerusakan. Kini mereka beralih budidaya kopi di hutan produksi Perhutani KPH Pekalongan Timur.

Pihaknya juga bersyukur, selama ini Bank Indonesia secara intensif membina kelompok tani Kopi mereka dari hulu sampai hilir.

Bahkan hingga sampai saat ini kami telah melakukan ekspor ke Belanda dalam bentuk beras kopi (greenbean) dengan permintaan 10 ton per tahun.

Ditambahkan Kepala Unit Pelaksana Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif, dan Syariah KPw BI Tegal Liana Ciptowati, sebagai Bank Sentral BI berupaya memberikan kontribusi terbaik untuk terus meningkatkan peran UMKM dalam perekonomian.

Sebab, sebut Liana, UMKM memiliki peranan penting dan strategis dalam struktur perekonomian Indonesia karena memberikan sumbangan besar terhadap Produk Domestik Bruto (61,1%), penyerapan tenaga kerja (97,1%), dan ekspor (14,4%). 

Pengembangan UMKM yang diselaraskan dengan bidang tugas Bank Indonesia dan sejalan dengan visi, misi, dan program strategis Bank Indonesia.

“Yang menarik, pelatihan ini kolaboratif. Tepung mocaf pengganti tepung terigu yang digunakan, diproduksi oleh KUB Windurojo UMKM binaan BI Tegal di Kabupaten Pekalongan,” serunya bangga. (han)

 

Editor : Agus AP
#KOPI #Bank Indonesia #batang