Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Realisasi Investasi di Jateng Baru Capai 41,29 Triliun, DPMPTSP Jateng Beberkan Tantangannya, Salah Satunya Karena Ini

Khafifah Arini Putri • Senin, 13 November 2023 | 05:14 WIB
Kepala DPMPTSP Jawa Tengah Sakina Rosellasari
Kepala DPMPTSP Jawa Tengah Sakina Rosellasari

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah mencatat realisasi investasi di Jawa Tengah sampai dengan triwulan ketiga tahun 2023 sebesar Rp 41,29 triliun.

Terdiri dari investasi penanaman modal asing (PMA) Rp 17,15 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp 24,14 triliun.

Kepala DPMPTSP Jawa Tengah Sakina Rosellasari menyebut target investasi di Jateng tahun 2023 mencapai Rp 65,7 triliun.

Baca Juga: BRI Branch Office Semarang Pandanaran dan Branch Office Semarang Ahmad Yani Gelar Panen Hadiah Simpedes 2023

Baca Juga: Pita Kuning Ajak Anak Penderita Kanker Piknik Edukatif di Funtopia, Berikan Edukasi dan Pengalaman Baru Bermain Seperti Anak Pada Umumnya

Sektor yang terbesar nilai investasinya pada PMA adalah Industri Barang dari Kulit dan Alas Kaki sedangkan pada PMDN adalah sektor Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi.

Ia menambahkan investasi di Jateng pada tahun 2023 menghadapi sejumlah tantangan yang kompleks. Satu di antaranya dipengaruhi oleh situasi perang global. 

 

“Terdampak oleh kondisi global diantaranya adanya perang antara Rusia dan Ukraina yang mengakibatkan berkurangnya permintaan pasar atau menurunnya nilai ekspor,” kata Sakina saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di Kantor DPMTPSP Jateng.

Tantangan lainnya yaitu link and match antara kompetensi dan ketersediaan tenaga kerja.

Selain itu adanya disharmoni regulasi dalam pelayanan di berbagai layanan pemerintahan di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

"Belum semua kabupaten/kota menyusun RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) untuk kepastian peruntukan lokasi, adanya aturan terkait LSD (Lahan Sawah Dilindungi)," imbuhnya. 

Menurutnya daerah favorit investasi masih berpusat di wilayah Pantura Jawa Tengah. Aktivitas investasi belum menyebar dan merata ke bagian tengah dan selatan.

Ia juga membeberkan sejumlah peluang investasi di Jateng.

Kata dia, ada sejumlah faktor pemicu ketertarikan pelaku usaha menanamkan investasinya.

Salah satunya karakter dan kualitas tenaga kerja di Jateng.

Selanjutnya infrastruktur pendukung investasi yang meliputi akses jalan, bandara, pelabuhan, kereta api, listrik, gas, air.

Pelayanan perizinan yang terbuka menerima konsultasi, pendampingan kepeminatan, dan pengawalan investasi yang intensif juga membuat pelaku usaha tertarik berinvestasi di Jateng.

Sakina optimis bahwa investasi Jateng akan terus tumbuh.

Hal ini ditunjukkan dengan bukti bahwa hampir setiap minggu DPMPTSP menerima kunjungan calon investor dari berbagai negara.

Adapun jenis usaha mayoritas masih pada sektor padat karya (labor intensive sector) yang menyerap tenaga kerja banyak di pabrik alas kaki, garment, tekstil, apparel.

"Banyak yang datang ke kantor antara lain Korea Selatan, Taiwan, China, Vietnam, Hongkong serta dari dalam negeri yang konsultasi terkait lokasi investasi baik di Kawasan Industri maupun Kawasan Peruntukan Industri Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah," tandasnya. (kap)

Editor : Agus AP
#Perang Ukraina - Rusia #DpMTPSP #Investasi