BINUS Semarang Luncurkan Program AI, Siapkan Talenta Hadapi Dunia Kerja

Adrianto Ismawan • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 19:58 WIB
BINUS University meluncurkan Program Artificial Intelligence di BINUS @Semarang, Rabu (16/9).
BINUS University meluncurkan Program Artificial Intelligence di BINUS @Semarang, Rabu (16/9). 

 

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG– Perkembangan Artificial Intelligence (AI) semakin mengubah cara organisasi bekerja. Mulai dari pengolahan data, pengambilan keputusan hingga peningkatan produktivitas. 

Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap talenta yang memahami AI ikut meningkat.

Tak cukup hanya bisa menggunakan teknologi, generasi muda juga dituntut memahami cara kerja AI.

Termasuk menghubungkannya dengan kebutuhan nyata, serta mampu menerapkannya untuk menyelesaikan persoalan.

Melihat kebutuhan itu, BINUS University meluncurkan Program Artificial Intelligence di BINUS @Semarang, Rabu (16/9). 

Baca Juga: Perpustakaan Tak Lagi Sekadar Buku, Educa Studio Gandeng Pemprov Jateng Perkuat Literasi Digital 

Baca Juga: Siswi Binus School Semarang Zia Almahyra Ervoni Harumkan Jateng di Ajang Putera Puteri Kebudayaan Cilik Indonesia 2026

Program ini menjadi bagian dari upaya BINUS memperluas akses pendidikan AI. Itu sekaligus menyiapkan talenta digital yang mampu menghadapi perkembangan industri.

Program tersebut mengusung semangat AI Empowers @ BINUS. Mendorong mahasiswa tidak sekadar menjadi pengguna AI.

 Mereka juga diarahkan untuk memahami pengembangan dan penerapan teknologi tersebut secara strategis, etis, dan bertanggung jawab.

Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., mengatakan, penguasaan AI perlu diarahkan untuk melahirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Perluasan Program Artificial Intelligence merupakan bagian dari komitmen BINUS University untuk membuka kesempatan yang semakin luas bagi generasi muda Indonesia dalam menguasai teknologi masa depan. Kami ingin mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi inovator yang menghadirkan solusi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Kampus BINUS @Semarang, Dr. Fredy Purnomo, S.Kom., M.Kom., mengatakan, transformasi digital bukan hanya soal mengadopsi teknologi baru. 

Hal yang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut digunakan untuk memperbaiki proses. Lalu menciptakan pengalaman yang lebih baik, dan menghasilkan solusi sesuai kebutuhan manusia, bisnis, maupun masyarakat.

“Melalui Program Artificial Intelligence di BINUS @Semarang, kami ingin mahasiswa tidak hanya mempelajari AI secara konseptual, tetapi juga memperoleh pengalaman untuk mengembangkan dan menerapkannya secara nyata,” katanya.

Dari sisi akademik, program AI BINUS dirancang secara multidisiplin. Mahasiswa akan mempelajari berbagai bidang, mulai dari matematika, data science, machine learning, computer vision, natural language processing, hingga Internet of Things dan robotics.

Dekan School of Computer Science BINUS University, Prof. Dr. Ir. Derwin Suhartono, S.Kom., M.T.I., menilai, tantangan generasi muda saat ini bukan lagi sekadar apakah AI akan digunakan dalam dunia kerja, tetapi apakah mereka memiliki kompetensi untuk bekerja berdampingan dengan teknologi tersebut.

Mahasiswa perlu memiliki fondasi akademik yang kuat agar mampu mengevaluasi hasil AI, mengembangkan solusi, serta menerapkannya secara strategis dan bertanggung jawab.

Pembelajaran juga diperkuat melalui proyek dan kolaborasi dengan dunia industri. Mahasiswa didorong untuk memahami persoalan nyata, mengolah data, mengembangkan solusi, hingga mengevaluasi dampak teknologi yang diterapkan.

BINUS @Semarang sendiri memperkuat posisinya sebagai Digital Transformation and AI Experience Campus.

Melalui ekosistem tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar konsep AI di dalam kelas. Melainkan juga memperoleh pengalaman mengeksplorasi dan menguji penerapannya dalam berbagai kebutuhan industri maupun masyarakat.

Program Artificial Intelligence ini diharapkan dapat membentuk talenta digital yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, dan mengubah AI menjadi solusi yang memberikan nilai nyata bagi masyarakat. (wan)

Editor : Tasropi
binus university