Ketua IGI Jateng Satu-satunya Guru di Jateng yang Ikuti TOT PPNK di Lemhannas RI

Iskandar • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 09:10 WIB
Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Jawa Tengah, Dr. Imron, S.Pd., M.Pd., bersama peserta Pelatihan untuk Pelatih (Training of Trainer/ToT) Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan ke-41. (IST)
Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Jawa Tengah, Dr. Imron, S.Pd., M.Pd., bersama peserta Pelatihan untuk Pelatih (Training of Trainer/ToT) Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan ke-41. (IST)

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh insan pendidikan Provinsi Jawa Tengah di kancah nasional.

Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Jawa Tengah, Dr. Imron, S.Pd., M.Pd., atau yang akrab disapa Imron Wijaya, mencatatkan namanya sebagai satu-satunya guru dari Jawa Tengah yang diundang dan terpilih mengikuti Pelatihan untuk Pelatih (Training of Trainer/ToT) Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan ke-41.

Kegiatan prestisius yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) ini berlangsung secara intensif selama sembilan hari, terhitung sejak Senin (7/9/2026) hingga Selasa (15/9/2026).

Baca Juga: Dosen Universitas Tidar Gelar Pelatihan Konten Kreatif Berbasis AI untuk Guru SD di Kabupaten Magelang

Rangkaian kegiatan ToT PPNK Angkatan ke-41 ini kemudian ditutup secara resmi oleh Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., bertempat di fasilitas Brigade Kopasgat Halim, Jakarta, pada Selasa malam (15/9/2026).

Kemeriahan dan khidmatnya acara penutupan tersebut juga dibagikan kepada publik oleh Ace Hasan Syadzily. 

Eksklusivitas keikutsertaan Imron dalam kegiatan ini bukan tanpa alasan.

Berdasarkan dokumen resmi Surat Pemanggilan Peserta ToT Angkatan 41, yang diterbitkan oleh Deputi Bidang Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Lemhannas RI, Imron yang tercatat sebagai pendidik di SMA Negeri 1 Lasem ini bersanding dengan 116 peserta terpilih lainnya. 

Para peserta merupakan figur-figur pilihan yang terdiri dari kalangan dosen, guru, dan widyaiswara dari berbagai instansi pendidikan dan pemerintahan bergengsi.

Baca Juga: Bocoran Instansi CPNS Sekolah Kedinasan 2026, dari PKN STAN hingga IPDN!

Dari ratusan peserta tersebut, Imron tampil sebagai representasi tunggal profesi guru dari Provinsi Jawa Tengah.

Selama menjalani masa karantina pendidikan di Gedung Pancagatra Lemhannas RI, para peserta digembleng dengan materi-materi berbobot level kenegaraan.

 Materi utama disampaikan langsung secara komprehensif oleh Gubernur Lemhannas RI.

Dalam paparan materinya, Gubernur menekankan pentingnya peran pendidik sebagai penjaga nurani kebangsaan di tengah dinamika geopolitik global. Beliau juga memaparkan kesiapan dan ketahanan nasional dalam menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045.

Tidak hanya dari Gubernur Lemhannas, Imron dan peserta lainnya juga menerima asupan ilmu dari deretan narasumber kredibel yang kerap mengisi Kursus Reguler Angkatan (KRA) maupun Kursus Kepemimpinan Nasional.

Pemateri seperti Marsda TNI Umar Fathurrohman menekankan bahwa kepemimpinan nasional adalah kapasitas untuk menggerakkan elemen bangsa berlandaskan empat pilar konsensus (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika).

Sementara itu, pemateri lain seperti Dedi Priadi menyoroti pentingnya integritas sumber daya manusia, dan Prof. Dadan Umar Daihani membekali peserta terkait mitigasi disrupsi teknologi di era digital.

Baca Juga: Cerita Azka Alfi, Pemuda Temanggung yang Menembus Sepak Bola Eropa Lewat Karya Ilustrasi Digital

Puncak dari pelatihan ini bertumpu pada sesi Praktik Mengajar, di mana para peserta harus mendemonstrasikan kemampuannya mentransfer nilai kebangsaan. Dalam kegiatan praktik mengajar yang diuji oleh panelis Lemhannas tersebut, Imron Wijaya tampil tajam dan komunikatif. Ia secara khusus menyoroti pentingnya fondasi kesatuan dan kemandirian bangsa.

Menurut Imron, di tengah ancaman polarisasi dan disrupsi informasi masa kini, implementasi nilai-nilai kebangsaan bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah kunci utama.

Penanaman nilai ini di ruang-ruang kelas menjadi syarat mutlak dalam menyiapkan generasi penerus yang tangguh menyongsong era Indonesia Emas 2045.

Pelatihan yang ditutup dengan kegiatan Outbound dan Mancakrida (pembentukan kerja sama tim) di Lapangan Tembak Brigade Kopasgat ini diharapkan tidak berhenti pada tataran seremonial. Keikutsertaan Imron dalam ToT Lemhannas ini membawa angin segar bagi dunia pendidikan di Jawa Tengah.

Sebagai Ketua IGI Jateng yang baru dilantik tanggal 13 September 2026 lalu, ilmu, wawasan, serta sertifikasi pelatih kebangsaan yang disandangnya akan segera diimbaskan kepada ribuan guru anggota IGI di seluruh pelosok Jawa Tengah sekaligus bekal memimpin IGI Jawa Tengah 5 tahun ke depan.

Dengan pendekatan penyampaian yang singkat, padat, dan komunikatif, Imron bersiap menjadi motor penggerak dan perpanjangan tangan Lemhannas RI dalam membumikan Pancasila, memperkuat literasi kebangsaan, dan menjaga ketahanan nasional langsung dari akar rumput, yakni di ruang-ruang kelas sekolah.

Sebagai tindak lanjut, Imron harus melakukan pelatihan atau sharing terkait Nilai-nilai Kebangsaan. Salah satunya dengan Webinar hari Kamis malam (17/09) terkait dengan Jejak Sejarah Lasem  mewujudkan Implementasi Nilai-Nilai Kebangsaan menuju Indonesia Emas 2045, yang dilaksanakan oleh MGMP Sejarah Jawa Tengah dan Asosiasi Guru Sejarah Provinsi Jawa Tengah. (isk)

Editor : Tasropi
lemhannas RI SMA Negeri 1 Lasem Training of trainer