RADARSEMARANG.ID - Peredaran narkoba kini menyasar remaja dengan berbagai cara. Salah satu modus yang mulai marak ialah menyisipkan zat narkotika ke dalam rokok elektrik atau vape.
Kondisi itu menjadi perhatian dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 2 Semarang. Pada kesempatan ini, sekolah membekali siswa baru dengan materi pencegahan penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) agar tidak mudah terjerumus dalam pergaulan yang salah.
Ketua DPD Gerakan Anti Narkotika (GERAM) Jawa Tengah Havid Sungkar mengatakan, edukasi sejak awal penting mengingat narkotika menjadi ancaman serius bagi generasi muda.
Baca Juga: Sidak Galian C di Delik, Dishub Temukan Truk Belum Laik Jalan
Ia menegaskan, siswa harus berani menolak ketika ditawari narkoba, sekalipun diberikan secara cuma-cuma. Sebab, jika sudah berani mencoba, akan ketergantungan.
"Dengan kehadiran kami di sini memberi edukasi pencegahan agar mereka ketika ditawari teman-temannya atau orang luar untuk memakai walau diberi gratis berani katakan tidak atau menolak pada narkoba," kata Havid usai memberikan edukasi pada MPLS di SMAN 2 Semarang, Rabu (15/7).
Menurutnya remaja SMP dan SMA menjadi sasaran empuk para pengedar. Biasanya mereka mulai mengenal narkoba karena pengaruh pergaulan. Banyak yang tidak enak menolak ajakan teman hingga akhirnya ikut mencoba tanpa memahami risikonya.
"Mereka biasanya mencoba pil koplo, seperti tramadol dan eximer yang mudah didapat dan murah," ungkapnya.
Selain itu, ia mengungkapkan saat ini muncul modus baru melalui vape. Ia menyebut penyalahgunaan vape untuk mengedarkan narkotika sudah ditemukan. Para bandar memasukkan zat narkotika dalam cairan vape agar tidak mudah terdeteksi aparat.
Baca Juga: Awal Mula Munculnya Istilah Supra Bapak, Ini Sejarah dan Alasan yang Membuatnya Melekat di Indonesia
"Yang sekarang lagi marak adalah rokok elektrik atau vape. Ini para bandar gimana caranya barang dagangannya biar laku jadi memasukkan zat-zat narkotikanya di dalam vape ini," tegasnya.
Sementara Kepala SMAN 2 Semarang Dian Milasari mengatakan materi pencegahan NAPZA menjadi bagian dari MPLS Ramah yang berfokus membangun karakter siswa.
Menurut Dian, sekolah tidak hanya memberikan materi tentang bahaya narkoba, tetapi juga membangun kebiasaan positif melalui pendidikan karakter, integritas, dan berbagai kegiatan sekolah agar siswa tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif.
"Ketika berbicara NAPZA memang kita prihatin dengan kondisi ini, apalagi di kalangan siswa. Tapi kami berharap itu tidak ada di SMA 2. Sehingga langkah-langkah preventif kami lakukan dari awal siswa kelas 10 sudah diperkenalkan jangan pernah menyentuh dan berkenalan dengan NAPZA," ungkapnya. (kap)
Editor : Baskoro Septiadi