Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kreativitas dan Inovasi, Pilar Utama Pengembangan Kampus UIN Walisongo Berdaya Saing Global

Ida Nor Layla • Senin, 6 April 2026 | 10:26 WIB
Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag.
Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag.

RADARSEMARANG.ID, Menjelang peringatan Hari Lahir (Dies Natalis) ke-56 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo di Gedung Tgk Ismail Yaqub (Auditorium II) Kampus II pada Senin 6 April 2026, Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., menegaskan komitmennya untuk membawa universitas ini bersaing di level global. 

PROF. Dr. Musahadi baru saja dilantik oleh Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar M.A. sebagai rektor UIN Walisongo Semarang pada 10 Maret 2026 lalu.

Prof. Musahadi yang sebelumnya menjabat Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo Semarang ini, menggantikan Prof. Dr. Nizar Ali, M.Ag. yang menjabat sebagai Rektor UIN Walisongo sejak Februari 2024 silam.

Baca Juga: Pantauan Planetarium dan Observervatorium UIN Walisongo, Hilal Tak Terlihat di Semarang

Pada perayaan Dies Natalis ke-56 pada Senin (6/4/2026) ini, adalah kali pertama memimpin sidang senat sekaligus menjadi penanda era baru kepemimpinan kampus.

Dalam sidang senat terbuka Dies Natalis yang digelar hari ini Senin (6/4/2026), Prof. Musahadi untuk kali pertama memimpin forum bergengsi tersebut sebagai rektor definitif.

 Dies Natalis kali ini, ibarat pidato kenegaraan presiden setiap 16 Agustus, selain menyampaikan sebuah forum laporan tahunan, sekaligus penyampaian arah kebijakan ke depan.

 Baca Juga: Pantauan Planetarium dan Observervatorium UIN Walisongo, Hilal Tak Terlihat di Semarang

Continuity and Change, Fondasi Tetap dan Semangat Bergerak

Prof. Musahadi menegaskan bahwa arah kepemimpinannya akan berpijak pada prinsip continuity and change. Yakni keberlanjutan sekaligus perubahan. Visi besar UIN Walisongo sebagai "Leading Research Islamic University Based on Unity of Sciences for Humanity and Civilization" telah dirumuskan pada era kepemimpinan Prof. Muhibbin akan tetap dipertahankan. Justru itu menjadi fondasi jangka panjang hingga 2038.

"Ada sisi-sisi yang continuity, ada sisi-sisi yang change. Fondasi-fondasi yang diletakkan oleh generasi pendahulu tetap kita pijak, tapi change-nya terletak pada agresivitas kita dan kemampuan membaca perubahan yang paling fundamental," kata Prof. Musahadi.

Perubahan yang dimaksud merujuk pada pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), revolusi digital, big data, dan Internet of Things, yang telah mengubah lanskap persaingan global antarperguruan tinggi secara drastis.

Jadikan Kreativitas dan Inovasi sebagai Jantung Kurikulum

Di tengah derasnya arus demokratisasi pengetahuan era ini, siapapun dapat mengakses informasi secara bebas melalui dunia digital. Kendati begitu, Prof. Musahadi justru melihat peluang besar. Ia menekankan, titik kompetitif universitas ke depan bukan lagi pada penguasaan konten semata, melainkan pada kemampuan melahirkan kreativitas dan inovasi.

"Penguasaan terhadap bidang ilmu tertentu tanpa kreativitas dan inovasi akan sangat mudah kehilangan relevansi. Perubahannya sangat cepat," tegasnya.

Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk mendorong kurikulum dan proses pembelajaran di UIN Walisongo agar menyediakan ruang yang luas bagi tumbuhnya kreativitas dan inovasi, baik di level dosen maupun mahasiswa. Ia juga mengutip prinsip survival of the fittest versi kontemporer. Yakni, bukan yang terkuat yang bertahan, melainkan yang paling mampu beradaptasi dengan perubahan.

 Baca Juga: PGMI UIN Salatiga Raih Akreditasi Unggul Jelang Lebaran

Targetkan 2026-2027, Akreditasi Internasional dan Mahasiswa Asing

Apalagi UIN Walisongo saat ini harus menghadapi persaingan dari puluhan perguruan tinggi di sekitarnya. Di Kota Semarang harus berhadapan dengan Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Kemudian dengan UIN-UIN lain yang dulu Adalah bagian dari UIN Walisongo saat masih menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo, seperti UIN Kudus, UIN Salatiga, UIN Purwokerto, UIN Pekalongan, hingga UIN Surakarta. Dengan latarbelakang tersebut, Prof. Musahadi mencanangkan akselerasi akreditasi internasional sebagai strategi utama.

"UIN Walisongo dikepung dari semua penjuru. Mereka dulu bagian dari IAIN Walisongo sebagai fakultas daerah. Sekarang sudah tumbuh selevel. Kalau kita tidak bisa melakukan sinergi dan membangun network yang baik, kompetisi ini semakin dahsyat," kata mantan Wakil Rektor I (Bidang Akademik) dan Wakil Dekan I Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Walisongo.

Karena itulah pada 2026-2027, Prof. Musahadi, akan fokus mengejar akreditasi internasional untuk seluruh program studi rumpun sosial humaniora (soshum) terlebih dahulu.

Kemudian secara bertahap untuk prodi lainnya di UIN Walisongo. Selain itu, peningkatan jumlah mahasiswa asing (international students) juga masuk dalam agenda internasionalisasi kampus.

Perkuat Fakultas Kedokteran, Bangun Rumah Sakit Kampus

Penguatan Fakultas Kedokteran yang baru berdiri juga menjadi prioritas utama. Prof. Musahadi menyebutkan keunikan (uniqueness) Fakultas Kedokteran UIN Walisongo terletak pada fokusnya di bidang penyakit degeneratif dan pengembangan stem cell. Ini menjadi sebuah ceruk yang membedakannya dengan fakultas kedokteran lain.

Dalam waktu dekat, UIN Walisongo juga berencana membangun rumah sakit sendiri sebagai penunjang pendidikan kedokteran. Lokasi yang tengah dijajaki adalah kawasan Kampus I UIN Walisongo di Jrakah yang luas. Selain itu, lahan UIN Walisongo di kawasan Gunung Pati yang berdekatan dengan Stem Cell and Cancer Research (SCCR) akan diproyeksikan untuk _embangunan lab school.

 Baca Juga: Proses Pencairan TPG Guru dan SKTP April 2026, Berikut Ini Alurnya

Finalisasi Fakultas Industri Halal, Kawinkan Ilmu Islam dan Sains Modern

Sedangkan merespons pertumbuhan industri halal global yang berkembang luar biasa, UIN Walisongo sudah melakukan finalisasi konsep pendirian Fakultas Industri Halal.

Gagasan ini sejalan dengan paradigma Unity of Sciences — kesatuan ilmu pengetahuan — yang menjadi landasan pengembangan keilmuan UIN Walisongo.

"Industri halal itu akan mengawinkan ilmu-ilmu Islamic Studies, ilmu syariah, dengan teknologi, sains, industri, dan ekonomi. Nanti bisa melahirkan disiplin-disiplin keilmuan baru yang lebih prospektif dan sangat dibutuhkan masyarakat ke depan," jelas Prof. Musahadi.

 Baca Juga: Pabrik Hiron di KEK Kendal Disebut Bakal Ubah Peta Industri Teknologi Indonesia

Prihatin Minat Gen Z terhadap Sains Dasar Turun

Kendati begitu, Prof. Musahadi menyoroti tantangan serius yang dihadapi dunia pendidikan tinggi secara global saat ini.

Yakni, menurunnya minat generasi Z (Gen Z) terhadap sains dasar seperti fisika, kimia, dan matematika.

Ia bahkan telah mendiskusikan fenomena ini di Asian Science Dean Forum (ASDF) di Manila Filipina bersama para dekan sains dari berbagai negara Asia beberapa waktu lalu.

"Gen Z sekarang difasilitasi secara luar biasa oleh teknologi. Mereka tidak mau berpikir yang complicated. Di UIN Walisongo pun, prodi fisika dan kimia peminatnya sedikit. Padahal it is impossible to develop high technology without strong basic science," ujarnya prihatin.

Sebagai salah satu solusi, ia mengusulkan pemberian beasiswa khusus (scholarship) bagi mahasiswa yang memilih program studi sains dasar, agar minat terhadap bidang tersebut dapat tumbuh kembali.

Terkait efisiensi anggaran pemerintah yang tengah berlangsung saat ini, juga sebagai tantangan tersendiri. Namun Prof. Musahadi optimistis bahwa dengan konsolidasi internal yang kuat, sinergi antarberagam kelompok di internal kampus, serta pemanfaatan peluang era digital, UIN Walisongo Semarang mampu melakukan lompatan kemajuan yang signifikan menuju universitas Islam riset yang diakui di tingkat internasional. (*/ida)

Editor : Tasropi
#UIN Walisongo Semarang #Dies Natalis #sidang senat terbuka #Rektor UIN Walisongo