Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Semarak Kirab Budaya Ramadan di SDN 02 Gajahmungkur, Siswa Kenakan Baju Adat hingga Kostum Daur Ulang

Khafifah Arini Putri • Jumat, 13 Februari 2026 | 20:40 WIB

Kirab Budaya di SDN Gajahmungkur 02 Semarang.
Kirab Budaya di SDN Gajahmungkur 02 Semarang.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Suasana berbeda tampak di SDN 02 Gajahmungkur, Semarang, Jumat (13/2).

Sejak pukul 08.00, halaman sekolah sudah dipenuhi siswa-siswi yang bersiap mengikuti Kirab Budaya Ramadan bertajuk Melestarikan Tradisi, Mengukuhkan Iman.

Wajah ceria, anak-anak pun terlihat. Mereka berbaris rapi, tampil mengenakan baju adat dari berbagai daerah.

Ada yang memakai kebaya, beskap, hingga pakaian tradisional dengan beragam warna.

Tak sedikit pula siswa yang berkreasi dengan kostum unik dari bahan bekas dan daur ulang. Pakaian yang dibuat dari plastik dan kertas itu tampak apik dipakai para siswa.

Kirab kemudian bergerak mengelilingi jalan di sekitar area sekolah. Sepanjang rute, para siswa melambaikan tangan dengan penuh semangat.

Sementara wali murid ikut mendampingi bahkan turut masuk dalam barisan peserta.

Kepala SDN 02 Gajahmungkur, Manek Intan Permatasari, mengatakan kegiatan kirab budaya ini sudah menjadi agenda tahunan sekolah dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan.

“Kegiatan Kirab Budaya ini memang sudah agenda tahunan di sekolah kami. Jadi, bisa dikatakan suatu branding-nya sekolah kami di mana kegiatan ini kami lakukan untuk menyambut bulan suci Ramadan seperti itu,” ujar Intan.

Menurutnya, kirab budaya di SDN 02 Gajahmungkur tidak hanya sekadar pawai. Tetapi juga membawa unsur kearifan lokal sebagai upaya melestarikan tradisi.

Pihaknya juga berkolaborasi dengan TK Tunas Mulia dalam penyelanggaraan kirab ini.

“Kirab ini ada unsur kearifan lokalnya. Jadi, melestarikan budaya juga sekaligus sukacita menyambut bulan Ramadan," imbuhnya.

Kirab budaya tahun ini terasa lebih spesial karena sekolah menghadirkan inovasi baru berupa lomba gunungan.

Gunungan yang biasanya identik dengan hasil bumi, kali ini dibuat lebih modern dengan bahan utama aneka snack.

Di halaman sekolah tampak beberapa gunungan berdiri megah, dihias warna-warni dengan susunan makanan ringan.

Bahkan di beberapa gunungan juga ditempel foto-foto siswa dari masing-masing kelas, menambah kesan personal dan kreatif.

“Yang baru tahun ini ada lomba gunungan. Kalau bisa dilihat ini banyakan gunungan-gunungan snack itu memang inovasi baru kami biar tidak monoton,” katanya.

Intan menyebut antusiasme siswa dan wali murid sangat tinggi dalam menyiapkan gunungan tersebut.

Apabila tahun-tahun lalu wali murid hanya mendampingi di pinggir jalan. Kini keterlibatan mereka dibuat lebih aktif. Orang tua siswa ikut berjalan bersama anak-anak dalam barisan kirab.

Pihaknya berharap kegiatan ini bisa menumbuhkan rasa cinta anak-anak terhadap budaya daerah. Selain itu juga dapat enambah semangat menyambut Ramadan.

“Harapannya anak-anak lebih mencintai budaya daerah. Anak-anak juga tahu tidak hanya Jawa saja, namun juga ada budaya-budaya lain di berbagai daerah di Indonesia,” tandasnya. (kap)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#kostum unik #Kirab Budaya #bulan suci Ramadan #pakaian tradisional