Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Endah Saraswati Sabet Juara 1 Kepala Sekolah Berprestasi, Berkat Inovasi Pupuk Kelelawar dan Aplikasi SIMADU

Khafifah Arini Putri • Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57 WIB
Kepala SMP Negeri 7 Semarang, Endah Saraswaty.
Kepala SMP Negeri 7 Semarang, Endah Saraswaty.


RADARSEMARANG.ID, Semarang - Jalan panjang inovasi Kepala SMP Negeri 7 Semarang Endah Saraswati, S.Pd., M.M., akhirnya mengantarkannya meraih Juara 1 Kepala Sekolah Berprestasi jenjang SMP Kota Semarang 2025.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, saat peringatan Hari Guru Nasional di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), 25 November 2025 lalu.

Predikat itu bukan datang tiba-tiba. Sejak memimpin SMPN 7 Semarang selama tiga tahun terakhir, Endah menunjukkan keberanian untuk membaca potensi, mengolah masalah, hingga mengubah tantangan menjadi kekuatan sekolah.

Endah, yang menjabat kepala di SMPN 7 sejak Desember 2023, mengakui awal kedatangannya penuh tantangan. Berpindah dari SMPN 41 di daerah pinggiran yang lahannya luas, ia justru mendapati SMPN 7 sebagai salah satu SMP terkecil kedua di Kota Semarang.

"Guru-guru bilang enggak ada potensi yang bisa dikembangkan," kata Endah, yang telah mengabdi sebagai guru selama 30 tahun sejak 1995.

Namun ia tak patah arang. SMPN 7 Semarang merupakan mitra sekolah Tanoto Foundation. Gurunya juga ada yang menjadi fasilitator Program PINTAR Tanoto Foundation. Inovasi guru untuk pembelajaran saja ada, tentu kepala sekolah harus lebih jeli dalam melakukan manajemen sekolah.

Karena itulah pandangannya sebagai pemimpin berbasis aset (asset-based leadership) terpantik oleh sebuah masalah, yakni bau tak sedap yang menyengat. Sumbernya adalah kotoran kelelawar yang menumpuk selama bertahun-tahun di dinding sekolah.

"Guru-guru bilang, ‘Susah Bu, dibersihkan pun nanti kembali lagi’. Tapi saya yakin pasti bisa,” kenangnya.

Endah memanggil petugas khusus untuk membersihkan seluruh area. Namun justru dari tumpukan kotoran itulah lahir inovasi tak terduga. Ia mengajak guru IPA dan murid untuk mengolahnya menjadi pupuk organik. Bukan hanya berhasil, pupuk itu bahkan dijual di e-commerce dan menjadi salah satu praktik baik unggulannya.

Inovasi ini pula yang mengantarkannya meraih Juara III Kepala sekolah Inovatif tingkat Provinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan BBGTK Jawa Tengah 2024. Tahun yang sama, ia juga meraih Juara III Kepala Sekolah Inovatif dan Berdedikasi tingkat Provinsi Jawa Tengah versi PGRI Jateng.

Dari masalah kelelawar itu, Endah mengembangkan pembelajaran kontekstual secara massif. Semua mata pelajaran dikaitkan dengan tema kelelawar.

Melalui mata pelajaran Bahasa Indonesia, murid membuat puisi dan cerpen tentang kelelawar, guru IPA mengajarkan siklus hidupnya, bahkan tercipta Tari Kelelawar hasil kolaborasi dengan mahasiswa praktik mengajar.

"Saya menerapkan pembelajaran kontekstual untuk para guru. Pokoknya, masalah yang ada di sini saya gunakan untuk pembelajaran," ungkapnya.

Untuk menangani masalah administrasi dan pengaduan yang tersebar, Endah melahirkan inovasi digital. Pada 2024, lahir aplikasi Lapor (Layanan Aplikasi Online Spentura) yang memudahkan guru, siswa, dan orang tua melaporkan masalah secara cepat dan transparan.

"Lapor ini digunakan untuk pengaduan. Jadi dengan adanya Lapor di tahun 2024, masalah cepat terselesaikan," bebernyya.

Inovasi ini kemudian berkembang menjadi SIMADU (Sistem Informasi Manajemen Akademik Terpadu) di awal 2025. Sebuah platform yang menggabungkan aplikasi layanan menjadi satu ekosistem. Inovasi ini telah memperoleh hak kekayaan intelektual (HAKI) dari Kemenkumham.

SIMADU ini mengintegrasikan enam layanan penting. Diantaranya, pembelajaran, tendik, pengaduan, perpustakaan, sekolah ramah anak, dan keuangan.

"Dengan SIMADU, yang sebelumnya terpisah-pisah jadi mudah disatukan dan dipantau," ungkapnya.

Dampaknya pun nyata. Capaian Rapor Pendidikan SMPN 7 yang sempat turun di 2024 kini melonjak di hampir semua indikator pada 2025. Sekolah juga meraih BOS Kinerja dari pemerintah karena adanya peningkatan mutu sekolah.

Dana BOS Kinerja fokus ia gunakan untuk memperkuat kompetensi guru. Terutama dalam pendekatan pembelajaran mendalam dan digitalisasi.

Endah sendiri merupakan fasilitator pembelajaran mendalam BBGTK 2025, guru inti, guru penggerak, dan pengajar praktik pada Program Guru Penggerak 2024. Ia juga menjadi mentor bagi calon kepala sekolah di Semarang, Kudus, Kendal, Demak, hingga Brebes.

Di bawah kepemimpinannya, SMPN 7 meraih berbagai penghargaan. Salah satunya Juara 2 Sekolah Adiwiyata Kota Semarang 2025.

Perjalanan Endah Saraswati sebagai pendidik memang panjang. Sebelum menjadi kepala sekolah selama tiga tahun terakhir, ia mengabdi sebagai guru di berbagai sekolah, mulai dari sekolah swasta dan negeri. Ia juga aktif di komunitas pendidikan seperti Komunitas Inovasi Smepsa, KoPI, dan Kombel 007 yang ia inisiasi. Endah juga produktif menulis, dengan empat buku ber-ISBN dan kontribusi pada gim edukasi "Petualangan Alang" milik Kemendikbud.

Di balik sederet inovasi dan prestasi, Endah dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap siswa. Ia tidak ragu turun langsung menangani murid yang hampir putus sekolah, bahkan mencarikan tempat tinggal dan kebutuhan makan. Pengalaman-pengalaman inilah yang mencerminkan dedikasinya sebagai pendidik sekaligus pemimpin.

Bagi Endah, yang juga fasilitator pembelajaran mendalam dan mentor calon kepala sekolah, kepemimpinan pendidikan adalah tentang memberi keteladanan.

"Ilmu dapat diajarkan, tetapi nilai kehidupan harus diteladankan," pungkasnya. (kap)

Editor : Baskoro Septiadi
#SMP Negeri 7 Semarang #KOTA SEMARANG #Fasilitator Pembelajaran #Program Pintar #tanoto foundation