RADARSEMARANG.ID, Kendal - Tim Pengabdian kepada masyarakat Universitas Diponegoro (Undi) kembali menggelar kegiatan pengabdian masyarakat.
Kali ini tim yang diketuai Dr.Ir.Diana Rachmawati, M.Si beranggotakan Dr. Putut Har Riyadi, S.Pi., M.Si, Faik Kurohman, S.Pi., M.Si, Adnan Fauzi, S.T., M.Kom mememberikan bantuan peningkatan produksi budidaya perikanan dan pengolahan ikan.
Kegiatan yang di beayai selain Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (Selain APBN) Universitas Diponegoro, tahun angaran 2025 ini menurut Diana Rachmawati, sebagai upaya mendukung ketahanan pangan di Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal.
“Kegiatan pengabdian kepada masyarakat skema Iptek Bagi Daerah Binaan Undip (IDBU) ini merupakan hilirisasi Iptek dari Universitas Diponegoro kepada Kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) dan Kelompok Pengolahan Ikan (Poklahkan) untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dalam pokdakan dan poklahkan tersebut” ungkap Diana Rachmawati.
Pokdakan dan poklahkan yang menjadi mitra dalam kegiatan ini adalah Pokdakan Sido Makmur dan Sido Rukun sebagai UMKM pembudidaya ikan lele.
Sedangkan poklahkan adalah Elok Sari Makmur Desa Tambaksari sebagai UMKM pemindangan ikan di Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal.
Permasalahan yang ada di mitra pokdakan saat ini adalah efisiensi pemanfaatan pakan dari pakan yang diberikan pada kegiatan budidaya belum maksimal sehingga biaya pakan tinggi sekitar 60% dari biaya total produksi.
Hal ini dikarenakan bahan nabati sebagai bahan penyusun pakan mengandung zat antinutrisi yang disebut asam fitat.
Adanya asam fitat dalam pakan akan membentuk senyawa kompleks yang mengikat protein sehingga kecernaan protein rendah berdampak pada efisiensi pemenfaatan pakan yang belum maksimal.
Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan suplementasi enzim fitase dalam pakan.
Suplementasi enzim fitase dalam pakan dapat menghidrolisis senyawa fitat yang mengikat protein, dengan terurainya protein meningkatkan kecernaan protein, efisiensi pemanfaatan pakan, pertumbuhan ikan, produksi ikan dan menekan biaya pakan.
Permasalahan yang ada di mitra poklahkan saat ini adalah kualitas ikan pindang yang diproduksi UMKM, kualitas ikan pindang masih belum baik sehingga ikan pindang yang dihasilkan disimpan pada suhu ruang tidak bisa tahan lebih dari 1 hari.
Hal ini menjadikan jumlah ikan pindang yang diproduksi terbatas berdampak pada masih rendahnya pendapatan anggota mitra.
Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan meningkatkan kualitas ikan pindang melakukan penerapan standar higienitas dan GMP (Good Manufacturing Practice).
Pemilihan bahan baku yang berkualitas, penggunaan garam yang sesuai, serta pengemasan dan penyimpanan yang tepat sehingga ikan pindang yang diproduksi memiliki kualitas yang baik dan dapat disimpan pada suhu ruang lebih dari 1 hari.
Dengan kualitas yang masih baik dan jumlah ikan pindang yang diproduksi lebih banyak sehingga dapat memperbaiki pendapatan anggota mitra.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat skema Iptek Bagi Daerah Binaan Undip (IDBU) ini juga diikuti kegiatan KKN Tematik yang terdiri dari 50 orang mahasiswa.
Mereka berasal dari 3 fakultas (FPIK, FT dan FEB). Dalam pelaksanaan KKN Tematik ini mahasiswa menjalankan program kerja multidisiplin ilmu, kemasyarakatan dan program lainnya terkait dengan hubungan bermasyarakat.
Kegiatan KKN Tematik dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat skema Iptek Bagi Daerah Binaan Undip (IDBU) ini mahasiswa akan mendapat wawasan dan pengalaman praktis mengenai kegiatan riil di dunia usaha budidaya ikan lele dan pemindangan ikan yang dilaksanakan selama 1 bulan (setara 3 SKS).
Dari hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat skema Iptek Bagi Daerah Binaan Undip (IDBU) untuk UMKM pokdakan ikan lele menunjukkan peningkatan efisiensi pemanfaatan pakan dari 53% menjadi 78%.
Pertumbuhan ikan dari 2,4%/hari menjadi 3,6 %/hari, menurunkan rasio konversi pakan dari 1,5 menjadi 1, biaya pakan dari 60 % menjadi 50 % dari total biaya produksi.
Produksi lele meningkat dari 2.000 kg/siklus budidaya menjadi 2.150 kg/siklus budidaya dan pendapatan mitra meningkat dari Rp.8.000.000/siklus menjadi Rp.10.500.000,-/siklus budidaya.
Sedangkan pada UMKM poklahkan pemindangan ikan menujukkan bahwa kualitas ikan pindang yang diproduksi menjadi lebih baik ada peningkatan waktu simpan dari 1 hari menjadi lebih dari 1 hari.
Jumlah ikan pindang dari 100 kg menjadi 200 kg, dan pendapatan anggota dari 150.000,-/produksi pindang menjadi Rp.300.000,-/produksi pindang. (*)
Editor : Baskoro Septiadi