RADARSEMARANG.ID – Para calon mahasiswa yang mendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2025 harus mengetahui sejumlah langkah untuk bisa keterima di PTN pilihan.
Sebagai pengingat, jika system penerima di SNMPTN 2025 ini menggunakan seleksi nilai rapor sewaktu bersekolah di SMA dari semester pertama hingga semester ke lima.
Namun, tidak hanya berdasarkan nilai rapor saja, para pendaftar calon mahasiswa ini juga harus memperhitungkan prestasi akademik dari berbagai bidang.
Di balik itu, masing-masing PTN akan memberikan kuitas sebesar 40 % untuk penerimaan menjadi mahasiswa di masing-masing jurusan.
Jalur SNMPTN ini merupakan jalur undangan, karena hanya calon mahasiswa yang berprestasilah yang bisa mendapatkan kesempatan ini.
Terlebih, di jalur SNMPTN ini calon mahasiswa yang mendaftar ke PTN tidak perlu mengikuti ujian tertulis. Bahkan dijalur ini, jika dinyatakan lolos, para calon mahasiswa ini langsung dinyatakan sebagai mahasiswa di PTN tersebut.
Namun, harus diingat Kembali, untuk menjadi mahasiswa di PTN. Para calon mahasiswa harus melewati seleksi yang ketat.
Tidak hanya menyeleksi siswanya saja, tetapi juga menilai indeks sekolah yang akan sangat berpengaruh.
Selain harus memiliki nilai rapor yang cukup baik di 5 semester akhir. Para calon mahasiswa ini harus mempunyai penilaian indeks sekolah dan indeks wilayah.
Kedua macam penilaian ini juga mempengaruhi sistem seleksi SNMPTN. Sementara, untuk penilaian indeks sekolah akan mempengaruhi persentase penerimaan siswa di PTN.
Indeks sekolah di masing-masing PTN tidak sama yang berkaitan dengan daya tampung SNMPTN. Pengukuran indeks sekolah ini ada standarisasinya.
Akreditasi sekolah menengah, jenis kelas, alumni yang menjadi mahasiswa di PTN, dan prestasi sekolah menjadi tolok ukur penilaian indeks sekolah.
Pemilihan Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur seleksi ini, calon mahasiswa dapat memilih 2 PTN. Namun syaratnya adalah salah satu PTN harus berada di dalam satu wilayah dengan provinsi sekolah.
Menjadi mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur SNMPTN membutuhkan strategi yang jitu agar dapat lolos seleksi.
Tidak hanya kuota yang diberikan dari masing-masing PTN yang terbatas, tetapi persaingannya juga sangat ketat. Persaingan di jalur seleksi ini dari ratusan ribu siswa di seluruh Indonesia yang pintar dan berprestasi.
Sejak awal masuk SMA, harus sudah menyusun strategi agar memperoleh kuota dan berlanjut strategi agar dapat lulus seleksi.
Jika ingin masuk melalui jalur seleksi ini, sebaiknya tidak melakukan berbagai kesalahan yang dapat berakibat fatal dan tidak diterima.
Berikut ini langkah agar lolos di SNMPTN 2025
1. Perhatikan Nilai
Para calon mahasiswa harus mempersiapkan diri jika ingin memperoleh kuota di jalur seleksi SNMPTN 2025. Seperti memperhatikan nilai dan berkomitmen untuk mendapatkan yang terbaik.
Penilaian dari sekolah untuk memperoleh kuota seleksi di jalur ini adalah dengan sistem ranking. Jika ingin memperoleh kuota dari sekolah masing-masing, maka harus dapat mempertahankan ranking yang aman sesuai kuota dari PTN. Oleh karena itulah pentingnya mengetahui akreditasi sekolahnya.
2. Prestasi
Ada beberapa langkah untuk lolos ke SNMPTN 2025, salah satunya dengan mengumpulkan prestasi yang ada.
Prestasi ini dapat di peroleh dari akademik maupun prestasi lainnya yang mendukung untuk SNMPTN 2025. Tujuannya tak lain untuk mendaftar di jalur seleksi SNMPTN 2025.
Caranya adalah dengan mengikuti lomba-lomba yang mempunyai prestasi berjenjang, baik lomba seni, olahraga, atau olimpiade akademis.
Selain itu, ada prestasi yang mendapat perhitungan ketika siswa mengikuti organisasi di sekolah, seperti ketua OSIS.
3. Jurusan atau Program Studi
Memilih jurusan kuliah atau program studi sebaiknya yang sesuai dengan minat agar tidak melepas setelah diterima.
Pada saat memilih jurusan harus memperhitungkan persentase kemungkinan diterima dengan memperhatikan nilai dan prestasi selama 5 semester. Perhatikan saat memilih jurusan. Untuk SNMPTN dapat memilih 2 jurusan berbeda dari Perguruan Tinggi Negeri yang sama atau 2 jurusan sama di PTN berbeda.
4. Mengetahui Informasi Jurusan secara Detail
Mencari informasi tentang jurusannya harus melakukan jika ingin lulus melalui seleksi SNMPTN. Pencarian informasi meliputi daya tampung, jumlah alumni yang diterima, jumlah pendaftar, dan sebaran siswa yang diterima tahun sebelumnya.
Informasi tentang jurusan yang harus tahu dari awal pendaftaran adalah hubungan antara program studi dengan jurusan di SMA. Ada program studi di PTN yang hanya dapat memilih oleh jurusan tertentu di SMA.
5. Mengetahui Informasi tentang Tujuan PTN-nya
Pemilihan Perguruan Tinggi Negeri ada 3 kemungkinan. Yang pertama memilih 1 PTN dengan 2 program studi berbeda. Kedua, memilih 2 PTN dengan 1 jurusan yang sama. Ketiga, memilih 1 PTN dengan 1 jurusan saja.
Calon mahasiswa dapat mengukur PTN dan jurusan tujuannya dengan nilai akademis dan prestasinya.
6. Mengetahui Indeks Sekolah
Indeks sekolah mempengaruhi persentase kelulusan calon mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri melalui seleksi SNMPTN. Untuk setiap PTN yang berbeda mempunyai persentase yang tidak sama, tergantung pada indeks sekolahnya.
Siswa dapat mencari informasi tentang indeks sekolah dari SMA asal yang berkaitan dengan daftar sebaran alumni di PTN.
7. Larangan Saat Mendaftar SNMPTN
Supaya lolos di SNMPTN 2025. Para pendaftar calon mahasiswa ini harus benar-benar mencermati setiap jurusan program studi yang dipilih.
Pada saat pendaftaran, akan membutuhkan dokumen yang sebaiknya dipersiapkan dengan baik. Jangan sampai ada dokumen yang kurang dan berimbas tidak dapat melanjutkan pendaftaran di seleksi ini.
Biasanya, proses pendaftaran dilakukan secara online dan biasanya ketika pendaftaran dibuka akan sulit diakses. Hal ini dikarenakan ratusan ribu siswa membukanya dalam waktu bersamaan.
Lalu kapan SNMPTN 2025 akan berjalan ?
Pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025 resmi dibuka mulai 13 Januari hingga 18 Februari 2025.
Bagi calon mahasiswa yang ingin mengikuti seleksi ini, pastikan untuk memahami syarat dan tata cara pendaftarannya agar peluang diterima di perguruan tinggi favorit semakin besar.(dka/bas)
Editor : Baskoro Septiadi