Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Dosen Ilmu Kelautan FPIK Undip Sosialisasikan Manfaat Garam Konsumsi Beryodium di Mangkang Wetan Semarang

Sulistiono • Senin, 28 Oktober 2024 | 17:54 WIB
Photo
Photo

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Garam merupakan salah satu bahan pelengkap  dari  kebutuhan  pangan  dan  sumber elektrolit   bagi   tubuh   manusia   yang   dikonsumsi   setiap   hari.  

Hampir   seluruh   makanan menggunakan garam sebagai penyedap atau pemberi cita rasa pada makanan.

Selain itu juga digunakan sebagai pengawet makanan serta untuk bahan tambahan dalam industri pangan. 

Pemerintah memilih garam konsumsi  sebagai  sarana  untuk  memenuhi  angka  kecukupan yodium setiap harinya, karena yodium tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. 

Mengingat pentingnya garam beryodum ini, maka Departemen Ilmu Kelautan, FPIK UNDIP melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diketuai oleh Dr. Ir. Retno Hartati, MSc. telah melakukan sosialisasi pentingnya garam beryodium dikalangan ibu-ibu Kelompok PKK di Kelurahan Mangkang Wetan, Semarang.

Menurut anggota Tim Pengabdi, Dr. Ir. Widianingsih, MSc, dan Dr. Ir, Ervia Yudiati, MSc., yodium selain dapat diperoleh dari garam beryodium, juga dapat diperoleh dari bahan makanan dari laut, seperti ikan dan udang, dan rumput laut.

Yodium dapat juga diperoleh dari susu dan produk olahannya, daging sapi, ayam, dan telur. Bagi vegetarian, atau orang yang hanya memakan tumbuhan, yodium dapat diperoleh dari kacang-kacangan. 

Namun demikian kandungan yodium belum memenuhi kebutuhan yodium per harinya, yaitu 90 mikrogram untuk anak prasekolah, 120 mikrogram untuk anak sekolah, dan 150 mikrogram untuk remaja dan orang dewasa.

Sedangkan kebutuhan yodium bagi wanita hamil dan menyusui lebih tinggi, yaitu sebesar 250 mikrogram.  

Sehingga perlu adanya penambahan yodium dalam bentuk KIO3 (kalium iodat) dalam garam untuk mencukupi kebutuhan tubuh manusia akan zat yodium. Menurut anggota Tim Pengabdi Dr. Ir. Sri Redjeki, MSi. dan Dr. Ir. Ita Riniatsih, MSi, kekurangan yodium dapat mengakibatkan gondok, kretin, penurunan kecerdasan dan untuk tingkat yang lebih berat dapat mengakibatkan gangguan otak dan pendengaran serta kematian bayi.

Tim Pengabdi dari Departemen Ilmu Kelautan juga melakukan pemantauan kadar yadium pada garam yang dikonsumsi oleh keluarga di wilayah Kelurahan Mangkang Wetan dengan cara yang paling sederhana dengan teknik uji amilum.

Ibu Hajjah Ismawati Khambali sebagai nyonya rumah kegiatan tersebut beserta ibu-ibu lain merasa lega, karena garam yang dikonsumsi selama ini mengandung yodium sesuai dengan yang tertera di kemasan garam konsumsi tersebut.

Mereka berharap kegiatan serupa yang sangat bermanfaat dapat dilakukan lagi dengan hadirnya ibu-ibu yang lebih banyak. (sls/web/bas)

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#FPIK Undip