RADARSEMARANG.ID, Demak - SD Negeri (SDN) Sarirejo 01 Guntur, Demak, bekerjasam dengan tim PKM UNISNU Jepara mengajari guru dan siswa membuat pakan ikan dengan bahan – bahan yang mudah didapatkan di sekitarnya.
Kegiatan inovasi ini bertujuan menambah skill siswa sebagai bagian program P5 Bidang Kewirausahaan.
Kepala SDN Sarirejo 01Sunarno, mengapreasi edukasi ini. Pembelajaran secara teori hingga praktek dilakukan dengan peralatan TTG-APPIN.
Dari kegiatan ini, guru membantu siswa bisa paham belajar tentang bahan pakan ikan yang mudah didapatkan di sekitarnya, hingga proses pembuatannya.
“Termasuk pemeliharaan sampai panen ikan nila di sekolah. Ini sesuai dengan wilayah kami,” tutur Sunarto di sela pelatihan pembuatan pakan ikan di sekolah, pekan kemarin.
Koordinator UPTD Kecamatan Guntur Slamet, mendukung kegiatan ini karena memberikan manfaat besar dengan transfer teknologi kepada guru, dan selanjutnya diajarkan kepada siswa.
“Sekolah SDN Sarirejo 1 dengan kolam ikan yang luas sangat ideal untuk pelaksanaan program ini,” terangnya.
Menurut Ketua Tim PKM UNISNU Jepara, Desti Setyowati, untuk membuat pakan ikan tidaklah susah. Bisa dari bahan baku sekitar sekolah, seperti padi, jagung dan dedak.
Pembelajarn juga meliputi mengoptimalkan manajemen usaha budidaya ikan nila, Hingga pembuatan olahan ikan yang bergizi, serta memperluas pemasarannya.
“Bahan utama itu sebagai sumber protein murah untuk pakan ikan. Ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat Sarirejo yang bergelut di bidang pertanian dan budidaya perikanan,” ungkapnya.
Menurut Desti, Tim PKM turut memperkenalkan penggunaan alat TTG-APPIN untuk membuat pakan ikan nila berkualitas tinggi.
Pelatihan ini mencakup cara penggunaan alat pembuatan pakan, dan proses pengolahannya. Pihaknya juga melakukan pendampingan berkala untuk memastikan keberhasilan program."
"Evaluasi dilakukan untuk mengukur capaian program dan efektivitas setiap tahapan. Harapannya SDN Sarirejo 1 dapat mandiri dalam budidaya ikan nila dan memanfaatkan hasilnya secara optimal,” pungkasnya. (web/fiq/bas)
Editor : Baskoro Septiadi