RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Tim PPK Ormawa STOPHIVA Universitas Diponegoro kembali menunjukkan komitmennya dalam memerangi HIV AIDS.
Pada tahun ini, STOPHIVA berfokus pada peningkatan kapasitas dan softskill Warga Peduli AIDS (WPA) yang telah sukses dibentuk di Kelurahan Pindrikan Lor pada tahun lalu.
Kegiatan Pelatihan Leadership, Komunikasi Efektif, dan Pemberdayaan Masyarakat PPK ORMAWA STOPHIVA 2024 bertajuk tema "Empowering the Frontline: Membekali Tim dengan Keterampilan Leadership dan Komunikasi untuk Mengatasi Tantangan HIV AIDS.”
Program ini merupakan kelanjutan dari kegiatan PPK Ormawa tahun lalu, upaya dalam komitmen yang berjenjang.
“Program ini merupakan program lanjutan dari kegiatan PPK Ormawa tahun pertama yang bertujuan untuk meningkatkan skill WPA.” Tutur Chintya, Ketua Pelaksana
WPA telah merangkul peran yang sangat krusial dalam memerangi stigma dan mempromosikan kesadaran di masyarakat terkait HIV AIDS.
Tujuan dari kegiatan ini adalah mengembangkan kapasitas kepemimpinan dalam organisasi.
Hal ini mencakup pengelolaan tim dan penerapan strategi pengambilan keputusan yang lebih efektif.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi anggota organisasi.
Dengan begitu, mereka dapat menyampaikan pesan-pesan penting terkait HIV/AIDS kepada masyarakat luas dan para pemangku kepentingan dengan lebih baik.
Terakhir, kegiatan ini berfokus pada peningkatan pemberdayaan masyarakat. Ini mencakup peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta akses terhadap sumber daya yang diperlukan.
STOPHIVA melaksanakan pelatihan ini selama 2 hari, yaitu tanggal 10-11 Agustus 2024.
Pelatihan diselenggarakan di Kantor Kelurahan Pindrikan Lor, dihadiri sebanyak 50 lebih peserta WPA.
Pelatihan berlangsung selama kurang lebih 3 jam, mencakup materi dengan tema leadership dan pemberdayaan masyarakat hingga keterampilan komunikasi efektif dan strategi pengorganisasian masyarakat.
Baca Juga: Gelar Pesantren Ramadan, Siswa SMP IT PAPB Belajar Leadership hingga Arab Pegon
Pelaksanaan hari pertama pelatihan (10/8) difokuskan pada pemberian materi mengenai leadership yang dibawakan oleh Bapak Ruben dari PKBI Kota Semarang.
“Materi leadership ini sangat cocok untuk mengelola kemampuan WPA dalam jangka panjang.” Jelas Bapak Ruben.
Pelatihan ini bertujuan untuk membekali WPA bagaimana mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk mengelola sebuah tim agar dapat menjadi agen perubahan positif di masyarakat.
Pemberian pelatihan tidak hanya berhenti disitu saja, peserta juga diajarkan tentang pentingnya berkomunikasi secara efektif dalam membangun hubungan dengan masyarakat.
Kegiatan pelatihan pada hari kedua (11/8/2024) lebih difokuskan pada pemberian materi mengenai komunikasi yang efektif dan pemberdayaan masyarakat.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi antar pribadi dan mengetahui bagaimana strategi yang tepat dalam membangun pemberdayaan masyarakat.
Antusiasme peserta sangat terlihat selama keberlangsungan sesi studi kasus dan diskusi yang berjalan hangat dan aktif.
Baca Juga: Mengembangkan Softskill di Masa Pandemi COVID-19
Hal tersebut menunjukkan bahwa WPA telah menyadari betapa pentingnya pelatihan ini bagi softskill WPA.
“Pelatihan ini sangat menarik, tentunya juga bermanfaat bagi kami, karena disertai dengan praktek studi kasus, sehingga dapat mengetahui bagaimana meningkatkan kemampuan dalam mengelola tim, nantinya.” Ucap Bu Retno.
Dari kegiatan ini, diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan bagi para WPA untuk berpartisipasi aktif pada sosial kemasyarakatan, nantinya.
Pelatihan ini merupakan implementasi STOPHIVA dalam mewujudkan Kelurahan Tangguh HIV di Pindrikan Lor.
Hal ini sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3 yang bertujuan untuk memastikan hidup sehat dan usaha peningkatan kesejahteraan bagi semua kelompok usia, khususnya mengakhiri epidemi AIDS.***
Editor : Tasropi