RADARSEMARANG.ID - Megatsunami merupakan fenomena alam yang jauh lebih dahsyat daripada tsunami biasa.
Berbeda dengan tsunami biasa yang pada umumnya dipicu oleh gempa bumi bawah laut.
Meski sama-sama fenomena alam yang paling menghancurkan, megatsunami terjadi akibat peristiwa geologis yang lebih besar dan langka.
Kemampuannya menyapu kawasan pesisir telah mengubah kehidupan manusia dengan cepat dan tercatat dalam sejarah manusia.
Kejadian tersebut juga telah meninggalkan bekas kehancuran yang sulit dilupakan meski terjadi sebelum era modern.
Berikut ini terdapat 6 megatsunami dengan gelombang tertinggi dalam sejarah manusia sebelum era modern yang berhasil kami himpun.
1. Lituya Bay, Alaska (1958, 1936, 1853/1854)
Teluk Lituya di Alaska mengalami megatsunami terbesar dalam sejarah manusia pada 9 Juli 1958. Dipicu oleh gempa 7,8 skala Richter di patahan Fairweather.
Sekitar 90 juta ton batu terlepas, menghasilkan gelombang setinggi hampir 524 meter, empat kali tinggi Monas di Jakarta.
Akibatnya, lima orang dilaporkan tewas, termasuk tiga di Pulau Khantaak dan dua awak kapal di Teluk Lituya.
Selanjutnya pada tahun 1936, teluk ini dilanda gelombang setinggi 149 meter. Namun bukti geologis menunjukkan gelombang 120 meter terjadi pada tahun 1853 atau 1854.
Meski demikian, struktur dinding yang curam dan kedekatannya dengan Patahan Fairweather membuatnya rentan terhadap longsor besar dan memicu megatsunami.
2. Gunung St. Helens, Washington (1980)
Letusan kuat Gunung St. Helens pada 18 Mei 1980 adalah peristiwa vulkanik penting di AS yang memicu megatsunami.
Dahsyatnya letusan ini menyebabkan runtuhnya sisi utara gunung, menciptakan longsoran terbesar dan menghantam Danau Spirit.
Peristiwa ini juga menghasilkan gelombang setinggi 250 meter, merobohkan pepohonan dan menghancurkan infrastruktur di sekitarnya.
3. Bendungan Vajont, Italia (1963)
Bencana ini berbeda dari tsunami lainnya karena disebabkan oleh aktivitas manusia.
Pembangunan bendungan Vajont di Italia, yang selesai pada 1960 telah mengubah kondisi lingkungan di daerah tersebut.
Lereng Gunung Toc yang dekat bendungan telah menunjukkan keretakan sejak awal. Pada 9 Oktober 1963, lereng tersebut runtuh ke dalam waduk di bawahnya.
Tanah longsor tersebut menyebabkan tsunami yang merusak desa-desa di lembah Piave. Dalam 15 menit telah merenggut lebih dari 2000 jiwa.
Gelombang setinggi 235 meter dari bendungan Vajont tercatat sebagai salah satu yang terbesar, dan bencana lingkungan paling mematikan yang disebabkan oleh manusia.
4. Icy Bay, Alaska (2015)
Icy Bay, teluk terisolasi di Alaska, mengalami megatsunami bersejarah pada 17 Oktober 2015 setelah terjadinya tanah longsor.
Akibatnya, gelombang setinggi 193 meter langsung meluluhlantakkan hutan di Taman Nasional Wrangell St. Elias seluas 21 km².
Seperti Teluk Lituya, Icy Bay dikelilingi tebing curam akibat erosi glasier yang runtuh dan memicu meningkatkan kekuatan tsunami.
5. Pulau Ambon, Indonesia (1674)
Megatsunami pertama di Indonesia yang tercatat secara mendetail terjadi di Pulau Ambon ini pada tahun 1674.
Sebuah gempa bumi yang sangat kuat menjadi pemicu gelombang setinggi 100 meter yang menerjang pulau tersebut. Akibatnya, lebih dari 2.000 jiwa melayang dan kerusakan yang sangat signifikan.
Peristiwa megatsunami ini diabadikan dalam catatan sejarah setempat, serta laporan dari para pedagang Eropa yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.
6. Karrat Fjord, Greenland (2017)
Pada 17 Juni 2017, terjadi gelombang besar akibat longsor di Karrat Fjord yang menghasilkan gelombang dinding air setinggi 90 meter dan menghantam desa Nuugaatsiaq.
Dampak megatsunami ini dikabarkan telah menewaskan empat orang dan menghanyutkan sebelas bangunan ke laut.
Para ilmuwan percaya peristiwa ini dipicu oleh pemanasan iklim yang menyebabkan pencairan glasial.
Menurut mereka, pegunungan di sekitar Karrat Fjord masih tidak stabil, sehingga kemungkinan terjadinya tsunami akibat longsor lebih besar di masa depan tetap ada.
Editor : Baskoro Septiadi