RADARSEMARANG.ID, Semarang - Setiap hari, Dinas Pendidikan bergerilya ke sekolah melakukan roadshow di sejumlah SD dan SMP.
Kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk monitoring dan memberi wejangan kepada warga sekolah. Terutama ihwal penguatan karakter, anti perundungan, kesehatan mental dan jasmani.
Selasa (16/1) Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bambang Pramusinto beserta tim mendatangi SD Negeri Bugangan 03.
Selain menyapa siswa, guru, dan karyawan juga memberi pengarahan saat bertindak sebagai pembina apel.
Dalam kesempatan itu, Bambang menekankan bagaimana menjadi pelajar Kota Semarang yang baik. Selain sehat jasmani dan rohani, menghargai teman, juga harus memahami keberagaman budaya yang ada di Kota Semarang.
Keberagaman itu disimbolkan dengan patung Warak yang merupakan simbol akulturasi etnis Jawa, China, dan Arab.
"Harus bangga dengan budaya Kota Semarang. Paham nama-nama tempat wisata bersejarah dan berbudaya agar tidak terlupakan," jelas Bambang.
Bambang juga sempat melontarkan pertanyaan kepada siswa tentang perundungan. Beberapa anak pun tampak mengangkat tangan dan mengaku pernah mendapat ejekan dari rekannya. Selain penampilan fisik, keluarga juga seringkali menjadi bahan ejekan.
"Usahakan bangun relasi positif dengan temannya. Jangan sampai ada anak-yang dibully hingga berakhir depresi," tandasnya.
Saat ini, lanjut Bambang, kesehatan mental dan kebahagiaan siswa dalam menjalani aktivitas pembelajaran menjadi hal yang sifatnya prioritas selain nilai akademis.
Kebahagiaan dan kesehatan mental siswa juga bertumpu pada pola interaksi yang sehat dan dukung mendukung untuk hal positif antar rekan-rekannya.
Dalam hal ini ia juga menekankan kepada guru bagaimana caranya siswa berani dan tidak sungkan untuk curhat. Cara itu dinilai efektif untuk menampung keluhan masalah siswa dan mencegah depresi.
"Pembelajaran tidak hanya diarahkan untuk kemampuan akademis, tapi juga pembinaan karakter. Kita imbau para guru dan pelajar bisa download aplikasi Libas untuk antisipasi bila terjadi aksi kekerasan," terangnya.
Senada Kepala Sekolah SD Negeri 03 Bugangan Yuliana Wagiyanti mengungkapkan, dukungan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif anti perundungan juga telah dilakukan aksi konkret. Sekolah menyiapkan psikolog yang turun langsung menangani perundingan.
"Sehingga ketika ada kasus langsung terdeteksi, ditangani, dan diselesaikan secara cepat," jelas Yuli.
Disisi lain, membangun kedekatan emosional antara sekolah, siswa, dan wali murid dengan program outing class di sekitar Kota Semarang. Kegiatan itu diharapkan mampu membangun sikap mandiri dan rasa kebahagiaan terhadap siswa.
"Orang tua happy, anak-anak juga happy," pungkasnya. (mia/web/bas)
Editor : Baskoro Septiadi