RADARSEMARANG.ID, - Pembahasan majas hiperbola sering kita temui dalam pelajaran Bahasa Indonesia di hampir semua tingkatan pendidikan.
Banyak di antara kita pasti pernah mempelajarinya mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.
Majas hiperbola juga sering digunakan dalam menyusun kalimat-kalimat dalam karya sastra dengan tujuan untuk memperindah gaya bahasa tersebut.
Oleh karena itu, pemahaman yang baik tentang majas hiperbola akan sangat berguna ketika kita ingin membuat sebuah karya sastra.
Majas hiperbola merupakan salah satu jenis majas yang kerap digunakan dalam berbagai jenis teks, baik lisan maupun tulisan.
Majas ini digunakan untuk mengungkapkan sesuatu secara berlebihan atau membesar-besarkan kenyataan yang sebenarnya.
Dengan demikian, tujuan dari penggunaan majas hiperbola adalah untuk menciptakan kesan yang dramatis, kuat, atau menarik perhatian pembaca atau pendengar.
Selanjutnya, terdapat beberapa ciri-ciri dari majas hiperbola yang dapat membantu kita mengenali dan memahaminya.
Pertama, majas ini menggunakan bahasa kiasan yang tidak sesuai dengan arti sebenarnya. Kedua, majas hiperbola mengandung kata, frasa, atau kalimat yang melampaui kenyataan yang ada.
Ketiga, majas ini mengungkapkan suatu pertentangan atau kontradiksi antara hal yang dibandingkan. Dan yang terakhir, majas hiperbola memberikan sifat atau kesan yang berlebihan kepada sesuatu.
Dengan memahami ciri-ciri ini, kita dapat lebih mudah mengidentifikasi penggunaan majas hiperbola dalam suatu teks atau percakapan.
Meski demikian, dalam percakapan sehari-hari kita sering kali menggunakan majas hiperbola tanpa menyadarinya.
Selain itu, majas hiperbola juga sering digunakan oleh pengarang atau penulis untuk menciptakan kesan dramatis dalam sebuah kalimat.
Mereka dengan sengaja melebih-lebihkan sesuatu, dengan maksud si penulis atau pengarang ingin menarik perhatian pembaca.
Sebagi gambaran contoh majas hiperbola seperti kalimat berikut ini;
1. Air matanya mengalir deras ketika beradu pandang dengan Ayah kandung yang telah sepuluh tahun meninggalkannya.
(Maknanya : Tangis yang sangat sedih dan haru).
2. Ayah memeras keringat untuk menghidupi keluarga. (Maknanya: Kerja keras yang dilakukan ayah untuk mencari nafkah).
3. Dalamnya cintaku akan menenggelamkanmu ke samudra terdalam. (Maknanya: Cinta yang sangat dalam dan kuat).
4. BBM naik tinggi, susu tak terbeli (Maknanya berkesan dramatis dengan kenaikan harga bbm yang tinggi, membuatnya tak bisa membeli susu).
5. Harga beras mencekik leher setelah kenaikan harga BBM. (Kalimat ini mempunyai kesan berlebihan yang didapat dari pilihan kata "mencekik leher").
Masih ada banyak contoh majas hiperbola lainnya yang dapat ditemukan pada aktivitas dalam kehidupan sehari-hari lainnya.
Demikianlah informasi mengenai pengertian dan contoh Majas Hiperbola yang dilansir dari ilmusiana dan pengalaman pengguna. Semoga bermanfaat, tetap semangat terus belajar. (*/bas)
Editor : Baskoro Septiadi