Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Departemen Ilmu Kelautan FPIK UNDIP Bantu Tingkatkan Kualitas dan Produktifitas “Lurula” Mangunharjo

Sulistiono • Rabu, 15 November 2023 | 22:13 WIB

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Siapa yang tak kenal dengan kuliner khas Semarang?Jawabnya adalah Lumpia.

Awalnya lumpia adalah makanan yang terbuat dari dadar tepung yang berisikan tumisan rebung, daging ayam, udang dan telur.

Lumpia jenis ini disebut Lunpia original. Sesuai dengan perkembangan kuliner, maka terdapat berbagai jenis kuliner lumpia yaitu lumpia berisi campuran rebung dan daging kepiting, lumpia ikan kakap, lumpia jamur, dan lain-lain.

Mangunharjo merupakan kelurahan pesisir di Kecamatan Tugu Semarang, dengan potensi tambak yang cukup luas.

Salah satu hasil tambak dengan sistem Integrated Multi Trophic Aquaculture (IMTA) tersebut adalah rumput laut jenis Gracilaria sp., yang selama in belum dimanfaatkan dengan baik karena harga jualnya rendah.

Sebagai Kota destinasi wisata, Semarang mempunyai produk kuliner unggulan yang ikonik, yaitu lumpia. Lumpia berisikan tumisan rebung, daging, udang dan telur.

Jika musim kemarau yang berkepanjangan mengakibatkan sulitnya mendapatkan rebung di pasaran tradisional.

Dengan berlimpahnya rumput laut di wilayah pesisir Semarang, maka isian lumpia dapat didiversifikasi dengan rumput laut, menjadi produk “Lurula” (Lumpia Rumput Laut).

Selain mengoptimalkan pemanfaatan hasil tambak setempat, rumput laut juga mengandung serat yang tinggi, sehingga baik untuk produk diet. Salah satu produsen “Lurula” di Desa Mangunharjo adalah Ibu Iskisnawati dengan merek Kisskitchen.

Dengan semakin banyaknya permintaan dan semakin luasnya pasar Lurula maka produksinya perlu ditingkatkan.

Untuk itu Departemen Ilmu Kelautan FPIK UNDIP melalui program pengabdian kepada masyarakat Penguatan Komoditi Unggulan Masyarakat (PKUM) yang dibiayai LPPM UNDIP dengan Ketua Dr. Ir. Widianingsih, MSc, dan anggota Dr. Ir. Retno Hartati MSc. dan Dr. Ir. Ita Riniatsih, MSi.

"Kami memberikan pendampingan dan penyuluhan tentang SOP produksi Lurula yang higienis. Lurula merupakan jenis makanan basah, sehingga hanya mempunyai masa simpan yang terbatas"ungkap Ketua Tim Widianingsih.

Karena itu menurut anggota Tim, Retno Hartati diperlukan tempat penyimpanan yang baik."Ini memerlukan wadah untuk penyimpanan produk setengah jadi atau produk jadi." cetus Retno Retno Hartati.

Mendapat pendampingan dari Tim PKUM UNDIP, Iskisnawati tak dapat menyembunyikan kegembiraannya, apalagi dia juga memperoleh bantuan sarana prasana berupa alat pencuci dan penjemur rumput laut, alat memasak, kompor dan freezer sebagai penyimpan produk frozen.

"Maturnuwun sanget kepada Tim tim PKUM Departemen Ilmu Kelautan FPIK UNDIP yang telah memberi kami pendampingan dan bantuan sarana,semoga bisa meningkat usaha kami," tutur perempuan yang akrab dipanggil Is ini.

Sementara itu, untuk memenuhi persyaratan higienis, juga dilakukan perbaikan lantai dapur tempat produksi “Lurula”.

Pada saat ini produksi lumpia rumput laut Kisskitchen sudah meningkat sebanyak 200-300%, harapannya produk ini akan semakin dikenal masyarakat Semarang maupun Indonesia. (sls/web/bas)

Ketua Tim PKUM Undip, Ir Widianingsih, MSc menyerahkan bantuan kepada pemilik UMKM Lumpia "Lurula",Iskisnawati.
Ketua Tim PKUM Undip, Ir Widianingsih, MSc menyerahkan bantuan kepada pemilik UMKM Lumpia "Lurula",Iskisnawati.
Editor : Baskoro Septiadi
#lumpia #UNDIP