Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Enam Perguruan Tinggi Vokasi Teken Kerjasama Kuatkan Ekosistem Kemitraan

Muhammad Iqbal Amar • Senin, 9 Oktober 2023 | 16:56 WIB

 

Peluncuran Program Penguatan Ekosistem Kemitraan untuk Pengembangan Inovasi Berbasis Potensi Daerah Provinsi Jawa Tengah yang melibatkan Perguruan Tinggi Vokasi (PTV), Dunia Usaha-Dunia Industri
Peluncuran Program Penguatan Ekosistem Kemitraan untuk Pengembangan Inovasi Berbasis Potensi Daerah Provinsi Jawa Tengah yang melibatkan Perguruan Tinggi Vokasi (PTV), Dunia Usaha-Dunia Industri

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Enam perguruan tinggi vokasi (PTV) di Jawa Tengah meluncurkan program penguatan ekosistem kemitraan untuk pengembangan inovasi berbasis potensi daerah.

Program tersebut merupakan kolaborasi antara PTV, Dunia Usaha-Dunia Industri (DUDI), dan pemerintah daerah Provinsi Jawa Tengah.

Tujuannya membentuk ekosistem kemitraan yang diselaraskan dengan agenda prioritas pembangunan daerah sesuai kebutuhan DUDI. 

Program itu inisiatif Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi untuk mengembangkan inovasi berbasis potensi daerah di Jawa Tengah. Program itu didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Enam PTV yang terlibat dalam program tersebut adalah Politeknik Negeri Semarang (Polines), Politeknik Maritim Negeri Indonesia, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, Sekolah Vokasi Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta, Politeknik Negeri Cilacap, dan Politeknik ATMI.

Secara simbolis mereka menandatangani perjanjian kerjasama (PKS), lalu peluncuran program, dan diskusi publik. 

Sebagai salah satu konsorsium pelaksana program, Wakil Direktur bidang Perencanaan, Umum, dan Keuangan Politeknik Negeri Semarang Karnowahadi mendukung penuh program tersebut.

Dikatakan, tujuan umum program tersebut ialah terbentuknya model ekosistem yang dituangkan dalam policy brief. Nantinya akan menjadi acuan dalam menentukan klaster inovasi berdasarkan potensi dan agenda prioritas pembangunan Jawa Tengah.

"Oleh karena itu perlunya membangun sinergi yang berorientasi pada penyelarasan supply and demand, tenaga kerja, local skills yang erat dengan kekhasan daerah, dan critical occupations dengan penyiapan skills masa depan dari lulusan pendidikan vokasi yang komprehensif berdasarkan potensi sumber daya ekonomi di daerah yang menjadi target program dalam bentuk workforce planning," terangnya saat peluncuran program di Grand Candi Hotel Semarang.

Plt. Direktur Kemitraan dan Penyelarasan DUDI Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Uuf Brajawidagda menyebut, pengembangan potensi lokal membutuhkan inovasi perguruan tinggi agar terus berkesinambungan. Selain itu juga dapat dijadikan model take and give dalam proses pengembangannya. 

Langkah pertama program ini akan meriset dan memotret Jateng kedepan seperti apa. Karena ini perdana, maka di tahun pertama akan dilakukan pemetaan. Sehingga riset dan inovasi dari konsorsium pelaksana program akan tepat sasaran.

”Banyak potensi daerah yang mulai hilang karena kalah dengan teknologi dan rendahnya permintaan pasar, maka harus dihidupkan dengan berbasis potensi yang ada. Salah satunya peran konsorsium pelaksana program ini, agar dapat menguntungkan masyarakat juga,” jelasnya.

Direktur Fasilitas Riset Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Wisnu Sardjono Soenarso mengatakan, pemerintah sangat mendukung sekolah vokasi untuk pendanaan riset atau pengkajian yang manfaatnya untuk regional.

Enam PTV nanti akan saling berkolaborasi dan melengkapi untuk nanti outputnya bisa diserahkan ke pemerintah. 

"Hasil riset dapat di aplikasikan pemerintah daerah. Karena idealnya memang kebijakan itu basisnya pada riset. Itulah yang coba kita bangun dan dukung," pungkasnya. (mia/svc/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#dunia industri #Perguruan tinggi vokasi