RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN – Walaupun memiliki kekurangan dalam pendengaran, Zaskia Aulia Rizki dengan luwes menari sesuai iringan musik gamelan Jawa.
Menarikan Tari Batik, siswa kelas 8 SLB Negeri Wiradesa ini cukup piawai menari tradisional. Alunan musik dan gerakan tarinya senada, gemulai dan bersahaja.
Tampak dari kejauhan, siswi cantik ini memandang dengan seksama guru menarinya. Matanya dengan jeli menangkap setiap kode yang diberikan, agar gerakan tarinya sesuai dengan alunan musik pengiring.
Baca Juga: Tertarik Jadi Pegawai Pemkot Pekalongan, Ini Lowongan Formasi PPPK yang Dibuka
“Zaskia termasuk tuli total, tapi dia memang bakat di bidang tari,” ucap Niwang Tunjung Palupi, guru tari sekaligus pengajar di SLB Negeri Wiradesa kepada radarsemarang.id.
Diceritakan Niwang, Zaskia sudah dilihat bakatnya sejak sekolah dasar. Karena anaknya aktif dan percaya diri.
Sehingga sejak kelas 4 SD, sudah mulai belajar menari. Karena memiliki bakat, sehingga lebih mudah mengajari.
Karena keterbatasan pendengaran, maka digunakan bahasa isyarat khusus tari. Agar tetap bisa mengikuti irama dan nada musik pengiring.
“Zaskia ini kemarin juara 1 tari di Pekan Seni tingkat Jawa Tengah di Tegal,” ucap Niwang bangga.
Karena bakatnya tersebut pengajar di SLB Wiradesa berharap di masa depan Zaskia bisa menggunakan keahliannya menari untuk bisa lebih berkarir lebih mandiri bahkan jadi profesi.
Hal ini terbukti, walaupun masih remaja, sudah sering menjadi asisten menari bagi guru-gurunya di sanggar. (han)
Editor : Agus AP