Korsatpen Kecamatan Tugu Djumari menuturkan, lomba ini selain memacu prestasi anak-anak di tiap sekolah, melatih anak-anak berkomunikasi dengan baik dan benar secara lisan dan tulisan. Di antaranya ada cabang lomba literasi yaitu, mendongeng, puisi, dan cerpen. Sedangkan LSB, meliputi semua mata pelajaran baik itu ekstra maupun intra, satu perwakilan anak melakukan lomba semua mata pelajaran. Anak yang mampu menguasai semua mata pelajaran dikatakan sebagai siswa berprestasi.
Setiap cabang lomba literasi diwakili oleh satu orang anak, dan LSB diwakili oleh satu siswa patra dan satu siswa putri tiap sekolah. “Penilaian karakter atau kepribadian sangat diutamakan dalam semua cabang perlombaan ini. Hal ini adalah salah satu yang menjadi kebanggaan sekolah,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Perlombaan ini adalah seleksi lomba tingkat Korsatpen. Untuk juara satu akan dikirim mewakili kecamatan di tingkat Kota Semarang. Pihak penyelenggara lomba telah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah sejak pertengahan Januari. Harapannya, sekolah-sekolah dapat melakukan persiapan selama satu setengah bulan dengan baik.
Menurutnya, Korsatpen Tugu selalu mendorong anak-anak menjadi siswa berprestasi. Tentu itu merupakan kebanggaan anak, orang tua, sekolah, dan guru. “Harapan kami, Korsatpen Tugu mengawali tahun 2022 ini menjadi tahun berprestasi. Kemarin sudah diawali, kami mendapat juara 1 lomba Kriya Anyam, yaitu SD Mangkang Wetan 03, dan akan maju ke tingkat Provinsi Jateng,” tutup Djumari. (cr1/ida) Editor : Agus AP