Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Prodi Penghayat Kepercayaan Resmi Masuk Kampus

Agus AP • Kamis, 4 November 2021 | 20:53 WIB
Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat, Ditjen Kebudayaan, Kemendikbud Samsul Hadi saat menyerahkan potongan tumpeng pertama kepada Dekan Fakultas Bahasa dan Budaya Untag Yosep Bambang Margono Rabu (3/11/2021). (ADIT BAMBANG SETYAWAN/
Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat, Ditjen Kebudayaan, Kemendikbud Samsul Hadi saat menyerahkan potongan tumpeng pertama kepada Dekan Fakultas Bahasa dan Budaya Untag Yosep Bambang Margono Rabu (3/11/2021). (ADIT BAMBANG SETYAWAN/
RADARSEMARANG.ID, Semarang – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang akhirnya berhasil meresmikan Program S1 Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Rabu (3/11) di Gedung Graha Kebangsaan Untag Bendan. Prodi Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Untag ini merupakan satu-satunya prodi baru yang ada di Indonesia saat ini.

Peresmian dilakukan mengingat sudah diturunkannya peraturan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) No.418/E/0/2021 sejak Kamis (23/9).

Rektor Untag Semarang Suparno mengatakan ide untuk membuka prodi tentang penghayat kepercayaan ini berasal dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Kami dipilih karena pernah ada suatu peristiwa yang melibatkan kaum penghayat di Semarang dan kami (akademisi Untag) yang ikut menangani,” kata Suparno kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Selain itu program studi ini dibuka mengingat banyaknya aliran kepercayaan. Pemerintah juga mengabulkan tentang adanya aliran kepercayaan yang tertuang di Nomor Induk Kependudukan.

“Keberadaan penganut aliran Kepercayaan Terhadap Tuhan yang Maha Esa saat ini memang mulai mendapat tempat di kalangan masyarakat maupun pemerintah. Bahkan, pemerintah mulai mengizinkan Kepercayaan Terhadap Tuhan yang Maha Esa dicantumkan dalam kolom kepercayaan pada kartu tanda penduduk (KTP) milik penghayat kepercayaan sejak pertengahan 2018 lalu,” ungkapnya.

Selama ini Untag bekerja sama dengan perkumpulan aliran-aliran penghayat yang ada di Semarang. Selain itu tenaga pendidik dan kurikulum pembelajaran sudah disiapkan dan disetujui oleh Dikti.

Jumlah mahasiswa angkatan pertama tahun ini sebanyak 33 orang berasal berbagai daerah seperti Sumatra Utara, Sulawesi, Jakarta, Lampung, Kebumen, Papua, dan lainnya. (bam/ton) Editor : Agus AP
#Untag #Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa