Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng, Dr Hari Wuljanto, mengungkapkan semula jumlah mata lomba 42, tapi teknik distribusi telekomunikasi batal dimasukkan. Kini tinggal 41 mata lomba. “Melalui kegiatan ini, kami harapkan mampu memotivasi siswa SMK untuk terus berprestasi dan menjadi yang terbaik,” katanya.
Melalui acara ini, peserta diharapkan memiliki nilai lebih atau keunggulan mencakup kemampuan maupun keahlian bidang yang dikuasai siswa, kemampuan softskill, serta karakter yang tangguh untuk menjadi bagian dari pembangunan menuju Indonesia Hebat. Pemenangnya adalah siswa yang memiliki kompetensi di bidangnya, produktif dalam berkarya serta sosok yang mampu mencari solusi dari setiap tantangan yang dihadapi.
"Diharapkan LKS pada masa pandemi Covid-19 tidak mengurangi semangat siswa berprestasi dan berinovasi. Ini sebagai wahana promosi lulusan SMK kepada dunia usaha maupun dunia industri serta pemangku kepentingan lainnya," jelasnya.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang membuka acara tersebut mengingatkan sudah tiga kali Jateng menjadi juara nasional LKS SMK. Prestasi tersebut menjadi bukti para siswa di Jateng selalu berhasil meraih sesuatu dengan perjuangan, bukan jalan instan.
“Pandemi kali ini harus menjadi motivasi, bukan penghambat. Pelajar di Jateng bukan lagi menjadi kaum rebahan, melainkan harus berkompetisi. Jadikan kompetisi LKS SMK tingkat Jateng ini sebagai ajang mengasah kemampuan diri dan selamat berkompetisi,” katanya. (jks/ida) Editor : Agus AP